Amsterdam dan Alkmaar

imageimage image image image

Liburan musim semi kami tahun ini adalah jalan-jalan ke Amsterdam. Sebenarnya sudah direncanakan dari tahun kemarin. Gw udah kepingin banget ke Keukeunhof. Eh ternyata kesampaian juga. Dengan berbekal tiket murah KLM berangkatlah kami berdua. Kita lebih suka terbang dengan pesawat paling pagi supaya bisa lebih puas jalan-jalannya. Tapi….dengan resiko kita juga harus bangun jam tiga pagi. Waktu itu kita naik bus ke airport jam setengah lima pagi. Bayangin kan…jalanan masih sepi tapi karena sudah masuk musim semi, jadi langit sudah mulai terang. Di bus kita masih ngantuk-ngantuk, untung gak lama sekitar 30 menit sampailah kita di Gardermoen. Di airport kita langsung ke mesin check in otomatis dan menuju counter KLM. Ternyata…setelah sampai di counter check in, kita disuruh bayar bagasi yang akan di bawa terbang. Hmmmmm….ini pertama kali kita terbang dengan KLM di wilayah Eropa. Gw kan sok teu waktu pas beli tiket ga mikir ke arah bagasi karena gw pikir harga segitu sdh termasuk bagasi, sama seperti kalau kita ke Indonesia dari Oslo harga tiket sudah termasuk bagasi 23 kg. Bayarlah suami untuk tas dia yang akan masuk bagasi. Kalau gw cuma bawa satu koper kecil jadi gak perlulah beli ekstra ba gasi. Untung petugasnya baik banget, dia kasi taw kita supaya beli ekstra bagasi untuk perjalanan kembali ke Oslo. Lumayan harga lebih murah 50%.

Jam 8 pagi kita sdh sampai di Schipol. Karena masih rada ngantuk dan kita butuh kopi yang nendang banget supaya melek. Duduk manislah dulu kita ngopi nyookkkkk sambil liat-liat suasana airport di Amsterdam di pagi hari.

Keluar dari airport disambut dengan cuaca yang cerah secerah hati dan fikiran gw. :-). Dari airport kita langsung menuju platform 12 dimana bus nomor 197 yang menuju Leidseplein mangkal di situ. Sebelumnya kita mampir Holland Tourist Information dulu untuk beli tiket bus dan tiket masuk Keukeunhof (combi ticket). Bus nomor 197 cukup nyaman dan on time tentunya. Kita turun di Leidseplein terus dilanjutkan naik tram nomor 10 menuju Azartplein. Ternyata di Amsterdam itu kalau kita naik bus, kereta dan tram naik dan turun harus di scan tiketnya. Kalau kita biasa di sini hanya pas mau naik baru scan tiket. Buat gw ini nyusahin banget karena kebiasaan jelek gw kalau sudah scan, tiket gw taruh entah di mana.

Selama di Amsterdam kita nginep di Hotel V Frederiksplein. Hotelnya bersih, dan nyaman juga strategis. Jadi begitu kita turun dari tram langsung deh kelihatan hotelnya. Tadinya pingin banget nginep di Coco Mama tapi sayang di sayang sudah pull. Sampai di hotel belum tiba waktunya check in, jadi kita cuma registrasi dan nitip koper. Trus kita meluncur deh ke Bloemenmarkt alias pasar kembang. Karena kita sudah punya tiket terusan 24 jam, jadi kita naik tram yang menuju Centraal Station trus turun di Rembrandtplein. Dari sana kita sudah bisa liat di mana pasar bunganya ada di mana, karena hampir semua turis kalau gak ke Bloemenmarkt yah ke Delft Keramik. Pasar padat merayap, disamping banyak pengunjung yang kepingin foto-foto dengan background bunga-bunga yang cantik, banyak juga yang keluar masuk toko untuk sekedar melihat-lihat dan membeli souvenir khas Amsterdam. Pingin banget rasanya beli tulip yang banyak atau apa lah yang bisa di tanem…upsss…tapi kecuali Canabis yah…kaga beli deh kita. Di situ dijual juga paket lengkap canabis siap tanam. untuk syarat-syarat bisa beli paket lengkap itu gw kagak taw. Gw cuma beli beberapa tulip dari Aviflora yang di kardusnya ada tulisan “with health certificate for USA & Canada date of issue 16 april 2014”. Sebelumya mertua gw sudah kasih taw ada syarat2 membeli tulip atau bibit bunga yang bisa di bawa masuk ke Norway. Trus gw cek di internet ternyata betul. Maksimum kita besi beli bulbs atau yang lain sekitar 3 kg. Syarat-syarat yang lain bisa di cek di google.

Di Bloemenmarkt ada restoran Indonesia. Namanya Restoran Nusantara. Tapi saat kita ke sana restoran masih tutup. Tapi sempet liat-liat menu yang disajikan dari brosur yang di tempel di jendela. Setelah cukup puas melihat-lihat, kita pulang ke hotel untuk check in. Perjalanan pulang ke hotel kita lanjutkan dengan jalan kaki, disamping pingin lihat-lihat jalanan sekitar juga udah kepingin ngopi lagi dan makan siang. Untuk harga makanan di Amsterdam lebih murah dibanding harga makanan di Oslo. Di sepanjang jalanan Rembrandtplein banyak yang jual waffel dan french fries atau kentang goreng yang antreannya lumayan panjang.

Sampai di hotel, kita selonjoran dulu yeee sambil mikir mau kemana lagi kita. Suami yang pegang peta. Kalau gw uda nyatet dari rumah rincian mau kemana aja kita selama di Amsterdam. Setelah beristirahat sejenak, kita langsung bergegas menuju Rijksmuseum dan Van Gogh Museum dan tentunya Heineken. Hari itu kita jadwalnya padat merayap alias marathon juga. Gak terasa sudah jam 7 malem coy, waktunya makan malam dunk. Kita memutuskan untuk mencoba makanan yang disajikan di Restoran Indonesia Tujuh Maret yang terletak di Utrechtsestraat 73. Restoran terletak di daerah yang gw bilang keren banget, banyak tempat nongkrong juga, pokoknya unik menurut gw. Di sebelah restoran tujuh maret, ada restoran indonesia juga. lokasinya tepat bersebelahan, namanya Tempo Doeloe. Di Belanda asik banget deh bisa makan makanan indonesia dengan puas. Di dalam restoran disajikan musik dangdutnya Mbak Uut dan tante Rita Sugiarto, pokoknya berasa makan di warteg banget deh. Kalau bisa goyang, goyang niy gw…jadi sambil makan, kaki goyang-goyang karena gak bisa goyang badan. Lokasi dan situasi tidak memungkinkan. hahahahah….Di sana gw makan nasi rames komplet dan suami gw pesen nasi opor ayam. Minumnya teh panas sayangnya gak ada teh botol sosro. Pokoknya kenyaaaaang banget dan puas sampai gak bisa bangun. Untuk masalah harga kayanya standar deh untuk harga makanan di wilayah tersebut. Satu porsi sekitar 18-20 Euro dan minum sekitar 2 euro, tergantung minumnya apa juga siy.

Karena sudah kekenyangan, jadi kita memutuskan untuk jalan kaki kembali ke hotel sambil liat-liat suasana Amsterdam di malam hari. Hmmmmm malam minggu…karena masih sore, jadi kita memutuskan untuk jalan-jalan menyusuri Bijenkorf dan Klaverstraat. 

Keesokan harinya kita memutuskan ke Alkmaar. Cuaca hari itu kurang bagus, hujan rintik-rintik dan angin masih semilir dingin, tapi tidak sedingin di OsloDari Centraal station kita naik kereta yang menuju Den Helder di platform 8a. Perjalanan memakan waktu kurang lebih 30 menit menuju Alkmaar. Cheese market adalah salah satu tujuan utama turis datang berkunjung ke Alkmaar. Tetapi karena hari itu hari minggu, jadi pasar tidak ada. Museum pun tutup. Dari stasiun kereta di Alkmaar kita jalan kaki menuju pusat kota. Meskipun jalanan basah karena gerimis, tidak memupuskan harapan kita untuk bisa menikmati suasana yang jauh dari keramaian kota. Toko-toko mulai buka jam 12 siang, beberapa kedai kopi sudah mulai buka mungkin dari pagi. Amsterdam terkenal dengan kanal-kanalnya. Jadi sepanjang jalan di Alkmaar pun kita pasti ketemu dengan kanal-kanal. Salah satu tempat yang kita kunjungi di Alkmaar adalah “Tot Ziens In De Oude Stad” adalah tempat di mana banyak dijual barang-barang kesenian ataupun yang unik dan langka. Bangunan-bangunan tua yang bercat kuning muda dan tembok berwarna coklat menghiasi jalanan sempit di Alkmaar. Tak lupa juga sepeda yang diparkir di sepanjang jalan turut meramaikan suasana hari minggu di Alkmaar. Sebelum memutuskan untuk menuju stasiun kereta, kita mampir ke kedai kopi lokal yang menjual pannekaker dan makaron yang mungil dan manis. Hmmmmm….melihat menunya, rasanya sudah tidak sabar pingin mencomot si mungil makaron. Ini makan siang atau cuma ngemil…judulnya enjoy aja! 🙂

Untuk wisata kulinar di hari kedua di Amsterdam, kita kepingin banget makan malam di restoran Argentina. Suami yang google deh di mana kita bisa makan malam ala Argentina. Namanya La Cantina. Restoran ini unik banget dalamnya, jadi setiap meja namanya berbeda-beda berdasarkan kota-kota yang ada di Argentina. Waktu itu kita memilih untuk duduk di meja “Mendoza”. Sayang kita tidak datang di malam sabtu atau malam minggu yang katanya si pemilik restoran ada dansa tango. Steak rib eye nya enak banget dan Cabernet Sauvignon dari Mendoza adalah pasangan yang paling tepat. Hmmmmm…berasa di Argentina. :-);-)

Hari ketiga di Amsterdam kita ke Keukenhof. Ini “gong” nya tur Amsterdam kita. Kebetulan kita sudah membeli tiket terusan (combo ticket) waktu kita tiba di Schipol. Dari hotel kita naik bus ke Schipol terus naik bus lagi ke Lisse. Nah pas naik bus ke Lisse ini, kita uda kaya naik bus dari Cililitan ke Tanjung Priuk, berdiri coyyy…untung gw uda terlatih niy sama yg beginian. Di samping antreannya panjang untuk bisa dapat tempat duduk, tersedia juga tempat untuk berdiri. 30 menit tak terasa deh berdiri karena hasrat untuk melihat Keukeunhof sudah terlanjur tinggi dan sudah menari-nari di pikiran gw.
Sampai Keukeunhof sudah lumayan rame dan untungnya panas terik jadi makin bersemangat deh. Kita uda bawa bekal makan siang di Albert Heijn supermarked yang ada di Schipol, jadi kalau lapar langsung deh cari-cari tempat duduk, kalau begini jadi keinget bawa tikar. Hehehe…
Setelah puas melihat-lihat sampai sedikit mual karena saking banyaknya tulip dan mata gw jadi berwarna warni, selonjoran deh kita di taman sambil liat burung merak. Suami gw terkagum-kagum liat burung merak untuk pertama kalinya, kalau gw sudah pernah liat jadi menurut gw biasa aja.
Saat kita sedang bersantai ria, nah kepikiran deh kita sama yang namanya tongsis. Hampir 50% pengunjung Keukenhof membawa si tongkat ajaib ini. Terlintas juga penyesalan dalam diri gw, kenapa gw kagak ikut-ikutan beli tongsis. Spontan suami gw bilang apa kita beli aja si tongsis ini di Albert Cuypmarket?wkwkwkwkw…

Sore hari setelah kita dari Keukenhof jalan-jalan lah kita ke sentrum atau Dam Square. Kebetulan hari itu adalah “Liberation Day” ruameee banget sampai kita gak bisa jalan nyelip-nyelip karena kepingin makan di Aneka Rasa yang ada di Warmoestraat. Ahirnya setelah bisa lolos dari uyel-uyelan tibalah kita di rumah makan indonesia. Mbak dan mas nya ramah banget, dan pesanan kita cepet sampainya. Waktu itu kita pesan “Ricetable Aneka” isinya nasi putih dan nasi kuning serta lauk pauk yang beraneka macam. Enak dan kenyang!

Tak terasa sudah hari terakhir kita di Amsterdam niy dan kita memutuskan untuk bermuseum ria. Pertama kita ke Rijksmuseum, Van Gogh dan Anne Frank Huset. Perjalanan kita ditutup dengan makan pannekaker yang ada di depan Heineken. Kemudian ke hotel dan bersiap-siap untuk kembali ke Oslo.

This entry was posted on June 3, 2015. 2 Comments

Berapa usia suami kamu?

Hari kedua di tempat kerja praktek gw mendapatkan pertanyaan spontan saat sedang jam istirahat di rest room. Berikut kira-kira percakapan singkat antara gw dan si mbak xxs:

Mbak xxs: Kamu dari Thailand yah atau dari Filipina? 

Guwe: Ohhh saya dari Indonesia, emang mirip yah muka saya dengan mereka? 

Mbak xxs: Iyah, 

Mbak xxs: Usia suami kamu berapa? 

ini mbak xxs aneh banget tiba-tiba tanya usia suami gw, gak ada pertanyaan asal muasal atau basa basi..sensus kali yahhhh…sejenak terlintas fikiran negatif gw, jangan-jangan si emabk xxs ini mengira gw kawin sama kakek-kakek kali yahh, dgn imej cewe asia muda yang kadang menikah dengan laki-laki yang sudah setengah matang jalan-jalan melintasi Karl Johan di Oslo atau di belahan dunia lain.

Spontan gw jawab….

Guwe: oh saya 32thn dan suami saya 33 tahun ini. 

Mbak xxs: diam membisu, gak pake senyum juga. 

Si emba xxs ini bukan etnis norsk tp punya background orang tua imigran pertama yg masuk ke Norway. Bisa dibilang imigran generasi ke tiga mungkin. 

Si emba xxs ini belum puas mensensus gw ternyata, dia masih menanyakan bagaimana gw bisa menikah dgn suami gw? Pertanyaan kali ini sangat to the point…

Mbak xxs: Kamu pindah ke sini karena alasan ekonomi kah atau karena alasan lain?

Guwe: mbakkkk…saya pindah ke sini bukan urusan ekonomi atau di negara asal saya sedang perang atau saya mengalamai diskriminasi di negara saya, saya pindah ke sini karena “kjærlighet”. titik!!!!

Si embak langsung kembali ke tempat kerja. Gw heran yah jaman maju begini masih ada orang yang berfikiran sempit banget. Gak semua kali cewe asia punya background negatif. Gw berusaha membuat si embak xxs ini gak main-main sama gw dengan meluncurkan pertanyaan-pertanyaan gak jelas juntrungannya.

Yahhhhh begitulah sekilas cerita percakapan singkat gw dengan mbak-mbak dari negeri xxxstan. :-);-)

This entry was posted on February 13, 2015. 3 Comments

Min Skriftlig Prøve B1

Hei, halo, hai…

Lama gak muncul di blog karena kesibukan yang sedang melanda, hehehe…Singkat cerita dua kali dalam satu minggu kita di anjurkan membuat tulisan singkat “kun på norsk” (dengan bahasa norwegia, norsk maksudnya), baik itu menceritakan gambar ataupun menulis sesuai dengan tema yang sedang kita pelajari. Beberapa murid di sekolah banyak yang mengalami kebuntuan atau otak rada tersumbat dan sulit untuk mencurahkan isi dalam sehelai kertas (ide-ide berlian maksudnya). Ada juga murid yang mempunyai sejuta imajinasi (termasuk gw, hahaha) tidak mengahadapi kendala atau masalah dengan urusan berkhayal dalam ujian biasa ataupun ujian luar biasa (ujian nasional). Ini terbukti dengan kemampuan berkhayal gw yg tiada batas dan bisa dibilang hasil karangan gw bisa memuluskan jalan gw dalam mengayuh ujian nasional. Halahhhh bahasa gw uda kaya penyair atau penyihir. 🙂 😉

Berikut contoh tulisan gw, ini contoh yah..Kita disuruh membuat satu surat untuk teman yang isinya tentang kehidupan baru di negeri yang baru dengan catatan suratnya gak boleh 2 lembar folio. Pokoknya kalau sdh 200 kata sdh cukup dan dari segi gramatik sdh OK atau sudah masuk kategori level B1 (Tingkatan: A1, A2, B1, B2), kita bisa mendapat predikat “lulus”. Huraaaa….

Bagi para pembaca yang hendak meberikan komentar, silahkan…ditunggu yah,

Du vet jo at jeg gledet meg så mye til å feire jul sammen med familien til mannen min. Egentlig ble jeg trist da jeg måtte reise til Norge fordi vi hadde det bra sammen.

Kjære Anette, 

Hvordan går det med deg og familien din? 

Jeg har ikke fått snakket med deg siden jeg flyttet til Norge. Det blir visst enda en stund til vi kan treffes, derfor skriver jeg like godt til deg. Jeg skal bare fortelle deg at jeg har det bra i Norge. Håper alt er bra med deg. 

Tiden går veldig fort, vet du, og nå har jeg bodd i Norge i nesten ett år. Jeg husker at vi hadde en veldig koselig lunsj sammen før jeg flyttet til Norge. Det var nærmere jul og jeg fikk en gave fra deg som jeg tok med meg i kofferten min som jeg har husket. Du vet jo at jeg gledet meg så mye til å feire jul sammen med familien til mannen min. Egentlig ble jeg trist da jeg måtte reise til Norge fordi vi hadde det bra sammen.

Jeg trives godt i Norge selv om klimaet er veldig annerledes. Når vinteren kommer, er det mørkt ute og dagene blir kortere og kaldere. Men jeg har prøvd å bli opptatt med aktiviteter. Da tenker jeg ikke på den kalde vinteren. Jeg går på treningssenter og jeg skal begynne å svømme igjen. Jeg har ikke vært i svømmehall på lenge. Heldigvis fikk jeg julegave fra svigerforeldrene mine, en pakke skiutstyr. Jeg er veldig glad og jeg forestiller meg at jeg står på ski og har vinterferie sammen med familien til mannen min i Trysil. Det kommer til å bli koselig, tror jeg.

Sommeren er veldig fin her også. Jeg følte meg veldig varm, nesten samme temperatur som i Jakarta. Men vi har ikke så mye forurensing her. Jeg er heldig at jeg bor her med lite trafikk på veiene og ingen stress med kollektivtrafikken. Når våren kommer, er det veldig spennende. Du vet at jeg er glad i blomster. Trærne blir grønne og blomster spirer. Det er deilig! Naturen er jo fantastisk i Norge. Jeg ønsker å reise rundt omkring i Norge i hele livet mitt. Jeg håper at jeg kan invitere deg til å reise til Norge neste gang.

Språket er veldig vanskelig, spesielt gramatikken. Men jeg gir ikke opp. Jeg har venner og familie som kan hjelpe meg å bli bedre i språket. Vi vet at det er en lang prosess å lære norsk. Jeg blir sint når jeg ser innvandrere som ikke kan snakke norsk og nekter å lære norsk fordi de tenker at nordmenn kan snakke engelsk. Noen innvandrere går sammen med de andre som kommer fra samme land og blir usosiale. Etterpå tenker de at nordmenn er rasister. Jeg har lært norsk veldig hardt og prøvd å tilpasse meg det norske samfunnet. Jeg tror at alle innvandrere kan tilpasse seg det norske samfunnet hvis de vil.

Jeg hadde aldri trodd at det kunne bli så gøy og flott å gifte seg. Jeg vet jo at vi ikke har vært gift så lenge, men vi er roligere. På en måte, føler jeg så mye mer voksen. Vi kan si at vi er trygge hverandre og trives godt sammen, rett tog slett.

Ja vel, hva synes du?

Jeg har mye mer å fortelle som en ny innvandrer i Norge, men nå må jeg slutte. Neste gang skal jeg skrive mer og sende bilder til deg.

Nå må du fortelle meg hva som skjer med ditt liv.

Hilsen så mye og stor klem.

XX

Hmmmmm….Jeg fikk en tilbakemelding fra sensur og sa at det var utrolig for en invandrere som har bodd i Norge bare ett år og kunne skrive bedre norsk. Air mata secara tidak sengaja meleleh karena bahagia banget dan bisa menunjukkan bahwa tidak semua imigran membawa pengaruh negativ, masih banyak imigran yang mau dan sadar diri untuk bisa berintegrasi dengan det norske samfunnet. Semua kembali ke pribadi masing-masing. Ayooo mari bersama-sama menjadikan pribadi kita yang bisa membanggakan negeri kita tercinta Indonesia!!!! Salam merdeka!!!! Lohhhh kok jadi patriotis gini, hmmmm.

Salam dari Norwegia.

This entry was posted on February 13, 2015. 2 Comments

Trondheim

Trondheim menjadi tempat terakhir perjalanan kita di liburan musim panas tahun ini setelah kita mengunjungi Elverum dan Røros. Sebenarnya gw udah pernah ke Trondheim di tahun 2012, waktu itu jamannya masih pacaran sm suami. Tapi kali ini kita seperti bernostalgia dan entah mengapa suasanya jg masih tetap romantis…pretttt, heheheh….

Perjalanan kali ini adalah perjalanan yang paling hemat, karena kita tidak perlu membayar uang sewa penginapan ataupun camping plass, karena kita menginap di rumah kakeknya suami 🙂 Dan sebagai ucapan rasa terimakasih, gw sedikit memperkenalkan masakan nusantara 🙂 padahal gw cuma bisa masak yang paling standar, yaitu membuat mie goreng. Supaya terkesan lebih spesial gw cuma nambahin bikib bakso. Padahal orang sini juga sudah mengenal bakso tetapi namanya aja yang berbeda 🙂 Hasilnya si kakek pun senang dan kenyang bisa menikmati masakan indonesia. lebayyy deh….

Si kakek meskipun sudah berusia hampir 90 tahun tetapi masih kuat jogging, masih kuat jalan kaki dari rumah ke kota yang kurang lebih bisa menghabiskan waktu 1 jam pulang pergi. Dan beliau juga masih sangat aktif contohnya gak mau dibantuin beres-beres rumah dengan alasan dia masih kuat mengerjakannya sendiri, tetapi gw tetap maksa supaya gw ikut bantu-bantu beliau. Setiap pagi masih harus baca koran dan keliling apartemen sebelum waktu sarapan. Beliau juga masih aktif membaca puluhan buku tentang sosial dan politik serta biografi. Dulu beliau adalah salah satu jurnalis untuk koran lokal Trondheim. Dan di kamarnya tersusun rapih karya-karya beliau pada masa dulu sebelum pensiun serta ratusan buku-buku yang sudah dibaca olehnya. Jadi setiap tahun dia mempunyai catatan khusus buku apa saja yang sudah pernah dia baca. Bagi beliau hidup sendiri setelah ditinggal oleh sang istri terasa sangat berat, maka beliau menghabiskan waktunya untuk membaca dan berinteraksi dengan teman-teman sebaya dan dia juga punya komunitas untuk bertemu dan berbincang-bincang setiap harinya. 

Beliau ini tinggal di komplek apartemen untuk orang tua, lokasi apartemen sangat bagus untuk relaksasi, yaitu di pinggir laut yang notabene sangat tenang. Tetapi cuman satu gak enaknya saat musim panas, setiap pagi dimulai jam 4 pagi si burung camar sudah berteriak-teriak kencang dan membangunkan kita yang sedang tidur lelap. 

Hari pertama dimulai dengan mengantarkan sang kakek ke IKEA. Rupanya beliau membutuhkan karpet baru untuk ruang tengah, dan beberapa bantal untuk sofa. Kemudian lanjut ke Plantasjon, karena beliau membutuhkan pohon palem baru untuk diletakkan di ruang tengah. Karena hari masih siang, kita kemudian ke Bakklandet. Perjalanan di mulai dari menyisir sungai Nidelva dan kita bisa melihat Nidarosdomen dari seberang sungai. Pesona Nidarosdomen seakan.akan tidak pernah lekang di makan waktu. 

Trondheim 1

Ohya, untuk melihat sejarah tentang Bakklandet bisa di cek di bakklandet.info 

Kalau sudah ke Bakklandet, jangan lupa mampir di kedai kopi yang sangat terkenal dan sudah dianugerahi penghargaan oleh National Geographic sebagai best cafe of the year di tahun 2012. Suasana kafe benar-benar menggambarkan kedai kopi di jaman dahulu lengkap dengan aksesoris yang sangat menarik. Meja, kursi, serta hiasan dinding dan dekorasi di dalam kafe sungguh sangat luar biasa. Tak heran kafe tersebut selalu ramai dikunjungi oleh warga lokal maupun turis. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Bakklandet bisa di cek di www. bakklandet.no 

bakklandet bakklandet 2

bakklandet 3

Bagi kalian yang suka dengan tantangan, bisa menjajal sykkellift. Kita bisa mengendarai sepeda dengan lift, jadi hanya berbekal kecepatan kaki dan keseimbangan. Gw sendiri ga berani mencoba, dengan alasan takut jatuh dan pasti ditertawakan oleh orang-orang karena saat itu rame dan banyak turis. Padahal gak ada ruginya dicoba lohh..jangan ngikutin gw yahh 🙂

Setelah berkeliling Bakklandet, kita ahirnya memutuskan pulang ke rumah dulu karena sang kakek sedikit lelah setelah jalan-jalan seharian. 

ila

Esok harinya kita sudah berencana untuk ke Nidarosdomen. Satu-satunya katedral di Norway yang mempunyai arsitektur khas bergaya gothic dan mendapat julukan “The cultural quarter of Trondheim.” Hanya dengan membayar tiket masuk sebesar 70 nok, kita bisa menikmati keindahan arsitektur Nidarosdomen sekaligus mendapatkan free tour guide yang disajikan dalam 3 pilihan bahasa, yaitu inggris, jerman dan norsk. Untuk lebih detail mengenai sejarah tentang Nidarosdomen, bisa di cek di website http://www.nidarosdomen.no 

Kebetulan saat kita berkunjung ke Nidarosdomen, salah satu musisi sedang memainkan instrumen musik klasik organ wagner. Nidarosdomen mempunyai dua organ salah satunya bernama Wagner dan Steimeyer. Steimeyer masih belum selesai direnovasi yang konon kabarnya sudah menelan biaya yang cukup besar nilainya. 

Nidarosdomen

Tak terasa sudah 5 hari kami berada di Trondheim dan tiba saatnya kita harus kembali ke Oslo dan mengahiri libur musim panas tahun ini. Liburan musim yang sangat berkesan dan sekaligus memberi kenangan yang sangat manis. Vi ses! 🙂

IMAG2723

 

 

 

 

 

This entry was posted on July 26, 2014. 2 Comments

Mengunjungi Røros – Sør Trøndelag

røros1

Setelah mengunjungi “langs kysten (Telemark- Aust Agder – Vest Agder)” tibalah saatnya kita beralih ke county Sør Trøndelag. Salah satunya adalah mengunjungi Røros. Røros adalah “kota tambang tembaga” pada abad 18 dan 19 yang sampai saat ini bangunan aslinya masih dipertahankan dan sudah mendapat penghargaan dari UNESCO World Herritage Site di tahun 1980. Di Røros terdapat 80 rumah kayu dan terdapat satu gereja tua yang dibangun pada tahun 1784. Terik matahari menemani kita berkeliling di kota tambang tersebut. Konon di musim dingin terdapat traditional market yang dikenal dengan “Rørosmartnan” yang dikunjungi oleh turis. Pasar tradisional tersebut dibuka pada hari selasa terakhir di bulan februari setiap tahunnya.

Jangan lupa setelah berkeliling kota tambang Røros, mampirlah sejenak di toko oleh-oleh khas Røros. Kalau gw cukup membeli magnet kulkas dan kartu pos yang harganya sangat terjangkau, dan ramah di kantong, hehehe..dan tentunya setelah berkeliling rasa haus dan dahaga serta lapar yang membuat perut berisik terobati dengan sepotong roti yang baru matang dan es krim yang segar…hmmmmm…nam nam…saking enak dan lembut rotinya kami terpaksa harus membungkus beberapa potong untuk bekal di perjalanan. 

røros2 røros3 røros4

 

Åmli + Sørlandet = god tur!!!

Siapa yang tidak kenal dengan Åmli pannekaker? Pancake yang lezat dan terbuat dari bahan alami, disajikan hangat, disuguhkan dengan selai bluberry atau strawberry. Hmmmm..harus dicoba!!! 🙂

amlipanekaker

Perjalanan kita berlanjut ke pesisir timur Norway atau Aust Agder yang masih berada di wilayah selatan Norway. Hujan rintik-rintik turut serta menemani perjalanan dari Arendal menuju Vindilhytta di Gjøvdal. Sebelumnya kita mampir di rumah salah satu teman orang Indonesia yang tinggal di Arendal (Thanks yah ci kita sudah diperbolehkan mampir). Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih satu jam dari Arendal, sampailah kita di hytta. Gak nyangka banget hytta nya ada di tengah-tengah hutan. Sampai sana kita sudah ditunggu oleh Astrid, si empunya hytta. Jadi Astrid juga tidak tinggal di hytta tersebut. Dia tinggal kurang lebih 20 menit dari hytta. Tetapi apabila ada tamu, dia selalu tidur di hytta. 

Vindilhytta terdiri dari beberapa kamar sederhana yang mayoritas tempat tidurnya bersusun atau bersebelahan (semua kasurnya berukuran sedang). Kamar mandi dan WC berbagi dengan tamu yang lain. Terdapat ruang bersama untuk sekedar berbincang-bincang ataupun santai di sore hari. Di pagi hari ruangan tersebut digunakan untuk sarapan bersama. Sarapan sudah termasuk dalam harga sewa per malam yaitu 550nok untuk 2 orang. Dan pemilik hytta selalu menyediakan sarapan khas ala Norway. Jadi bagi turis dari luar Norway bisa ikut merasakan menu khas yang disajikan oleh Astrid.

Vindilhytta tidak dilengkapi jaringan internet dan TV. Kalau tidak salah dengar internet dan saluran TV tidak bisa menjangkau wilayah Gjøvdal. Jadi untuk kalian yang suka update status dan cek-ricek berita melalui internet, kalian harus berpuasa dulu selama di Gjøvdal-Åmli tersebut. Hanya ada musik sayup-sayup yang bisa kita nikmati di ruang bersama. Suasananya benar-benar berasa di pedalaman apalagi hujan terus mengguyur Gjøvdal malam itu. 

Rasanya kita sedang tidak beruntung hari itu karena hujan masih tetap mengguyur sampai pagi hari. Tadinya kita sudah planning mau ke Svårthylkyrkja dan Rjukanfossen tetapi apadaya hujan deras tak kunjung berhenti. Jadi kita memutuskan untuk melanjutkan perjalanan pulang ke Oslo. 

Ohya sekedar informasi di Åmli mayoritas penduduknya berbicara nynorsk bukan bokmål. Jadi bagi gw yang masih belajar bahasa norwegia, gw harus benar-benar fokus mendengarkan apa yang sedang dibicarakan. Tetapi untungnya ada suami yang setia membantu menjelaskan (tetap dlm bhs norsk – bokmål bukan pake bhs. inggris) 🙂

Bagi yang tertarik dengan wisata di Åmli bisa di cek di http://www.amli.no dan http://www.vindilhytta.no 

AMLI

Semoga di lain kesempatan, kita bisa mengunjungi Åmli kembali dan melanjutkan niat hiking yang tertunda. God tur!!! 🙂