Tukang insinyur dan tukang sayur

Nama tukang insinyur mengingatkan gw pada film si doel anak sekolah (bang doel yang tukang insinyur). Jadilah gw mau membahas sedikit pekerjaan gw selama ini.

Setelah memakan bangku kuliah 5 tahun lebih enam bulan akhirnya dikantonginlah ijazah insinyur. Bergelut sebagai pengangguran selama kurang lebih satu tahun, sangat menjemukkan tentunya. Gw bukan orang yang pinter atau cerdas dengan IPK kumlot atau lebih dari kepala 3. Jangan-jangan gw lulus kuliah dengan nilai dan pengetahuan yang pas-pas an..hahahaha…kalau ini yang tahu cuman Tuhan Yang Maha Kuasa. Makanya mungkin juga gw kurang beruntung dapat kerjaan cepat, boro-boro posisi penting dalam sebuah perusahaan dengan embel2 junior engineer. wkwkwkwk….

Tapi akhirnya dapat juga lah pekerjaan yang meskipun gak nyambung sama background gw, dengan gaji yang ga gede juga. Untung masih dapat kerjaan dan cukup untuk membayar kos-kos an, dan dikasih selamet kalau backpacker. Nikmatnya hidup di Indonesia masih ada untung dan selamet. 🙂

Pekerjaan gw dulu sebagai asisten administrasi kantor di sebuah perusahaan swasta. Dulunya dapet pekerjaan ini karena network. Pertama kali ngelamar junior engineer di salah satu perusahaan internasional yang cukup terkenal tetapi karena gw kurang sedikit memenuhi kriteria dan kalah bersaing padahal uda melalui tahap terakhir interview (kali ini untung tidak menyertai saya) jadilah saya tidak diterima. Sedih dan kecewa tentunya tapi apa mau dikata. Seminggu setelah dikabari kalau gw tidak diterima, si GM (general manager) email gw kalau ada salah satu kawan baiknya yang membutuhkan karyawan baru untuk memegang dokumentasi pembelian barang impor dan ada kaitannya sedikit dengan pengetahuan teknik. Singkat cerita, gw kirim lah lamaran dan dengan cepat dipanggil interview. Kali ini untung menyertai saya. Di terimalah gw sebagai karyawan baru. Gw ga mikir panjang-panjang, terima aja rejeki depan mata. Emangnye gw siape milih-milih kerjaan, anak gubernur juga bukan. Hahahahah…

Setelah berkecimpung selama kurang lebih 5 tahun di bidang administrasi pembelian barang  impor, kejemuan mulai melanda apalagi ditambah dengan kasus kekecewaan dalam dunia percintaan. Kalau tentang kekecewaan gak usah diceritakan lah, panjaaaaanggg dan males untuk mengingat masa pahit, jiaaahhhhhh lebay lo malih!

Akhirnya gw berkenalan dengan salah satu lelaki dari Norwegia yang sekarang sudah menjadi suami. Setelah melalui masa satu tahun dengan penyesuaian dunia baru, susah banget cyinnn bahasa norwegia…gw ikut dalam kursus singkat tentang bekerja di bidang customer service (lebih tepatnya service). Kursus ini diperuntukkan bagi mereka yang ingin memulai bekerja di bidang penjualan dan pelayanan pelanggan. Salah satu syaratnya harus sudah lulus ujian bahasa norwegia kelas B1 (setara dengan kelas intermediete mungkin kalau dalam kursus bahasa inggris). Waktu itu gw belom lulus, baru mau ngambil ujian. Setelah melalui beberapa jam kelas bimbingan dan nasehat wali kelas, gw diperbolehkan mengambil kursus tersebut dengan catatan gw harus tetap belajar gramatik, rajin membaca surat kabar dan menonton televisi yang berkaitan dengan berita terkini supaya gw bisa lulus. Bayangin waktu itu gw memegang 2 materi ujian. Ujian bahasa dan ujian kursus yang satunya. Dengan tekad yang bulat dan kegigihan, luluslah gw di dua kursus tersebut. Kali ini lulusnya beneran dengan nilai yang bagus. Uhuyyyyy.

22 desember 2013 menginjakklah gw di tanah Norwegia dan resmi tinggal menetap. Januari 2014 masuklah gw ke kursus bahasa norwegia dan di bulan desember di tahun yang sama, gw sudah berhasil mengambil ujian B1 dengan nilai yang tidak mengecewakan. Januari 2015 masuklah gw ke kursus penjualan dan pelayanan pelanggan selama tiga bulan. Di bulan kedua kami diberikan gambaran kira-kira akan magang di mana. Kesempatan magang ditujukan supaya kita melatih keahlian dan kemahiran bahasa norwegia kita yang sudah diperoleh selama kita duduk di bangku kursus. Kebetulan gw sudah mendapat tempat untuk magang. Sebuah supermarket yang cukup besar dan berkantor di Swedia. Dengan modal kepercayaan diri yang luar biasa, gw bisa ketemu dan ngobrol sedikit dengan asisten manager supermarket. Dia sedikit skeptis dengan imigran pada awalnya, sampai gw di tes ngobrol bahasa norwegia dan dengan pertanyaan standar kenapa kamu mau magang di sini. Dengan mengeluarkan seluruh jurus kemampuan, akhirnya gw diterima magang di supermarket tersebut. Waktu itu yang menggaji ya pemerintah dan sebenarnya supermarket ini beruntung karena tidak mengeluarkan sepeser recehan kroner pun tetapi mendapatkan satu karyawan gratis yang bisa bekerja dari hari senin s/d jumat dari jam 07-15.

Dengan program seperti ini, ada positif dan negatifnya. Positifnya, para imigran diberikan kesempatan untuk mendapatkan pengalaman bekerja yang reel di Norwegia. Dan negatifnya banyak sekali imigran yang terjerat dalam kerja gratis selama 3 bulan dan setelah proses magang selesai, keluar tanpa mendapatkan pekerjaan. Karena perusahaan bisa dengan gampangnya menerima para pekerja magang kapanpun mereka mau.

Beruntungnya gw mendapatkan tawaran ekstra pekerjaan di luar jam magang. Misalnya bekerja di hari sabtu dengan gaji yang sesuai atau standar gaji per jam di Norwegia tentunya dengan kontrak pekerjaan yang jelas. Asisten manager di supermarket tempat gw magang untungnya baik sekali. Mbak aseli norwegia dengan bahasa dialek yang sangat spesial sampai gw kalau ngobrol sama dia, gw nya yang oon minta diulang karena kurang paham dengan dialek dia. Untungnya dia sabar sekali, dan menawarkan gw putus kontrak magang dengan program pemerintah Norwegia dan bekerja sampingan di supermarket tersebut. Waktu itu gw dapat hari kerja 3 kali dalam seminggu. Karena masih pemula, gw hanya mendapatkan jam kerja yang tidak terlalu menarik untuk karyawan tetap. Misalnya gw harus kerja dari jam 16 sampai dengan jam 22 (jam supermarket tutup) atau jam pagi sekali saat supermarket mulai buka yaitu mulai bekerja jam 06-14. Bekerja di pagi hari di musim dingin sangatlah tidak menyenagkan saudara-saudara. Gelap dan dingin!!!! Tapi apa mau dikata si pemula gak boleh nyinyir milih-milih, sekali lagi siape elooooo anak gubernur juga bukan, hahahah.

Tiga bulan bekerja sampingan minimal 4 hari dalam seminggu, lumayanlah untuk urusan dapur ngebul, punya uang saku sendiri, bisa beli-beli yang dimau tanpa meminta suami dan mulai ngimpi pingin liburan kesana kemari. Khayalannya ketinggian mbakkkkk…ati-ati jatohhh. Enam bulan berlalu dengan cepat dan mulai mendapat selentingan kalau supermarket tempat gw bekerja mau di beli atau diambil alih salah satu raksasa dunia persupermarketan di Norwegia. Tuhhh kan apa gw kata si emabk udah ngayal tinggi mau melihat dunia alias ngimpi jalan-jalan. Udah mulai beredar juga kabar di televisi dan media massa. Banyak karyawan tetap yang sudah bekerja cukup lama di situ tentunya merasa kecewa, mau di bawa kemana nasib mereka apalagi dengar-dengar para karyawan tetap harus mencari pekerjaan baru dengan diberikan prioritas utama untuk masuk ke jenjang interview apabila melamar di perusahaan lain. Banyak yang kehilangan motivasi bekerja setelah mendapatkan berita resmi dari jajaran managemen. Beruntungnya gw jadi mendapat jam ekstra kerja dari yang cuma bekerja 3 hari dalam seminggu sekarang bisa kerja dari hari senin s/d jumat karena banyak karyawan yang tidak masuk kerja karena alasan sakit. Asisten manajer mulai bertanya sama gw apakah gw sudah mulai mencari pekerjaan baru dana kalau belum harus cepat-cepat cari dan dia berjanji akan memberikan referansi terbaik apabila gw diberi kesempatan interview di perusahaan manapun. Perlu diingat di Norwegia, referansi dari tempat kita pernah bekerja (perusahaan di Norwegia) sangatlah membantu untuk kita diterima di tempat kerja baru. Dengan kepercayaan yang kurang begitu tinggi kali ini, meskipun suami tetap mendukung untuk gw melamar pekerjaan di sebuah supermarket grosir salah satu raksasa supermarket di Norwegia. Waktu itu ada lowongan 20% kerja sampingan atau bukan pekerja tetap yang hanya akan bekerja 2 hari saja dalam seminggu. Melamarlah gw dengan semampunya maksudnya dengan kemampuan menulis lamaran dalam bahasa norwegia (kali ini suami tidak membantu membetulkan apabila ada kesalahan gramatik, tujuannya supaya si perusahaan mengetahui kemampuan gw sebenarnya dengan masa tinggal yang belum cukup lama di Norwegia, jadi wajar saja kalau ada kesalahan gramatik dalam penulisan). Satu minggu kemudian, gw ditelefon oleh asisten manager di supermarket yang gw lamar. Ada panggilan interview minggu depan cerita gw ke suami. Tuh kan kata suami, coba waktu itu kamu ga mencoba melamar, ga bakal deh ada panggilan interview. Nasihatnya gw tuh harus percaya diri dan yakin kalau gw akan dapat pekerjaan baru.

Gw mulai bekerja di tempat baru (Supermarket B -sebut saja) dua kali dalam seminggu, dan tiga hari di tempat kerja yang lama (Supermarket A). Waktu itu sibuk banget karena kadang-kadang jadwal kerja bentrok dan si penyusun jadwal kerja di supermarket A rada reseh niy gak mau mindahin jadwal kerja gw yang bentrok dengan alasan gw gak boleh egois mentang-mentang sudah dapat pekerjaan baru. Akhirnya setelah selesai bekerja di supermarket B, gw lanjut kerja di supermarket A. Ampuunnnnn dije kalau gw bisa menjerit, capeknya. Untungnya ga berlangsung lama kesedihan hati ini dan keletihan raga ini. Selesailah kontrak kerja gw di supermarket A. Wasalam supermarket akhirnya ditutup dan diambil alih manajemennya.

Gw bebas bekerja di supermarket B. Yipieeeeeee…Sedih juga siy berpisah dengan teman-teman di supermarket A, tapi masa depan gw masih panjang dan cemerlang (semoga yah…hahahaha). Di awal musim gugur tahun 2015, gw mendapatkan kontrak kerja tetap di supermarket B. Penasaran dengan pekerjaan gw sebenarnya apa?

Gw bekerja sebagai kasir di sebuah supermarket grosir ternama di Norwegia. Bekerja sebagai kasir pun harus minimal mempunyai pengetahuan tentang barang yang dijual. Untuk urusan pertanyaan dan keluhan pelanggan, kami mempunyai bagian tersendiri yaitu customer service. Mungkin banyak yang bertanya, apa sih kebanggaannya bekerja di supermarket? Bukannya itu pekerjaan rendahan yang gajinya pas-pas an. Jangan salah sangka dulu, bekerja di supermarket di Norwegia mendapatkan gaji yang tidak rendah, dan dibutuhkan kemampuan berbahasa norwegia yang lumayan bagus (untuk imigran). Jangan dibayangkan seperti bekerja di supermarket di Indonesia. Di sini pekerja tetap di sebuah supermarket pun mendapatkan hak-hak dan kewajiban yang sama dengan mereka yang bekerja di perkantoran. Kami yang bekerja di bagian kasir atau di bagian gudang dipandang sama sejajar dengan mereka yang bekerja di bidang manajemen di tempat kami bekerja. Sebagai pekerja supermarket, gw merasa bangga apabila gw bisa memberikan alternatif produk yang pelanggan butuhkan tanpa harus membuang waktu untuk berkeliling sendiri mencari barang yang dibutuhkan.

Selama kurang lebih satu tahun bekerja di bagian service, gw dipanggil untuk review hasil kerja dan ditawarkan untuk melamar posisi yang sedang dibutuhkan di supermarket tempat gw bekerja. Sebagai formalitas di suruhlah gw membuat lamaran untuk dipanggil interview. Di lingkungan kerja Norwegia, biasanya kalau ada lowongan pihak intern dulu lah yang diberi kesempatan untuk melamar posisi yang dibutuhkan, kalau tidak ketemu calon yang pas, barulah pihak perusahaan akan menayangkan iklan lowongan di internet ataupun koran. Tidak heran banyak yang bilang sebuah pekerjaan di norwegia didapatkan dari network. Merasa tidak yakin pada awalnya apakah gw bisa menjadi calon yang pas, dan kurang begitu menguasai bidang pemasaran buah dan sayuran akhirnya gw terima tantangan untuk lebih maju yaitu menjadi penaggung jawab pemesanan dan pemasaran buah-buah an dan sayuran di supermarket tempat gw bekerja. Di bagian buah dan sayuran, hanya gw lah yang bekerja dari mulai pemesanan, mengisi rak-rak buah dan sayuran, mengecek kualitas buah dan sayuran, dan memantau hasil/omset harian, mingguan dan bulanan yang akan dilaporkan hasilnya ke manager supermarket dan selanjutnya akan ditindak lanjuti ke bagian manajemen kantor. Gw mulai mendapatkan kursus singkat pengetahuan tentang buah dan sayuran serta diikutsertakan apabila kami ada peretemuan mingguan tentang pemasaran produk dan bertemu dengan para supplier di bidang buah dan sayuran. Hal ini sangat menarik dan menjadi tantangan baru serta menambah network. Satu hal lagi yang sangat penting, gw betah dan menikmati pekerjaan gw sebagai tukang sayur dan buah.

 

Advertisements

2 thoughts on “Tukang insinyur dan tukang sayur

  1. Semoga betah ya Hen jadi tukang sayur 😀 . Hebatlah kamu Hen sudah jadi penanggung jawabnya. Ga enak banget tuh ya yg magang ga digaji pdhl kan semua org banyak kebutuhan hidup. Klo di Jerman kerja di supermarket banyak kerja rangkapnya, kasir klo sdh malam sambil ngepel juga. Trus klo mau kerja di supermarket ada sekolahnya selama setahun, dapat gaji sih yg tiap bbrp bulan makin naik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s