Archive | December 2016

Tradisi natal di Norwegia

Tak terasa kita sudah mendekati akhir tahun. Bulan desember biasa disemarakkan oleh udara yang dingin, waktu siang yang lebih pendek dari malam hari, angin yang dingin, salju tebal, jalanan licin dsb. Tetapi tidak berarti bulan desember menjadi bulan yang kelam, justru di Norwegia bulan Desember menjadi bulan yang ditunggu-tunggu baik oleh anak-anak maupun orang dewasa. Apalagi kalau bukan semarak suasana natal. Bau harum kue-kue khas natal yang sebagian terbuat dari kayu manis tercium di mana-mana. Lampu-lampu hias yang ikut menerangi hari-hari yang gelap sudah mulai dipasang.

img_3666

Suasana jalanan menjelang natal – Oslo

Aktivitas di bulan Desember

Pasar natal

Pasar natal mungkin sudah tidak asing lagi. Tetapi pasar natal tradisional terbuka yang hanya ada di perkebunan mungkin lain ceritanya. Tidak semua perkebunan membuka open house untuk umum. Tahun ini kebetulan gw dan temen pergi ke salah satu perkebunan yang bernama Bogstadgård di Oslo. Di sana dijual makanan natal khas Norwegia. Bubur nasi hangat (risgrøt) dengan bubuk kayu manis dan margarin, sosis (kalau yang ini makanan sepanjang masa sebenarnya), waffel dengan selai strawbery, riskrem (di sajikan dingin) dengan saus raspberry dan almond, home made roti gandum yang di bakar dengan tungku terbuat dari batu dan kue-kue kecil khas natal. Sambil melihat-lihat hasil rajutan ( sarung tangan, kaos kaki, syal yang terbuat dari wol) lengkap rasanya sambil menikmati gløgg hangat dan sepotong roti di tengah dinginnya udara perkebunan. Bagi anak-anak kecil tersedia juga aktivitas menarik di antaranya membuat kado natal bersama, melihat domba di kandangnya, keluarga kecil kelinci dan babi yang baru saja melahirkan anak.

img_3636

Pasar natal

 

Julebord/pesta natal

Pesta natal ini menjadi agenda khas (bisa dikatakan wajib). Hampir semua perusahaan mengadakan pesta natal untuk para karyawannya. Tidak segan-segan biasanya beberapa perusahaan besar mengadakan pesta di hotel berbintang dengan penginapan gratis. Ada juga yang mengadakan pesta di restaurant dengan makan malam yang menyajikan 3 menu khas natal.

Pesta natal ini diadakan dengan tujuan menyatukan seluruh karyawan, saling mengenal lebih dekat antar karyawan, berbagi kebahagiaan dan mengucapkan terimakasih atas kerjasamanya di dalam team work. Sepertinya terdengar lebih mirip pesta akhir tahun.

Biasanya juga beberapa perusahaan mengadakan makan siang natal bersama di kantin  perusahaan. Di tempat kerja gw, julelunsj atau makan siang natal dibagi menjadi dua grup. Grup pertama lebih di utamakan untuk para pensiun beserta beberapa karyawan yang masuk kerja jam 06 pagi untuk mengikuti makan siang periode pertama. Grup kedua lebih didominasi mereka yang masih muda-muda dan yang masuk kerja jam 07. Makan siang berlangsung selama 1 jam, dimulai dari jam 10:30 sampai dengan jam 13:00.

Menghias rumah

Tahun ini kami lebih punya banyak waktu untuk menghias rumah. Setelah tahun kemarin kita disibukkan oleh acara pindahan, serah terima apartemen lama dan baru,  selebihnya beres-beres, ga ada kepikiran menghias atau menata rumah. Tahun ini menjadi momentum yang tepat. Lebih tepatnya gw kali yah yang lebih semangat membeli dekorasi dan menata rumah. Kebetulan juga jam kerja gw yang stabil dari jam 08-16 tidak seperti tahun kemarin yang kebagian jam kerja shift 10:30-18:30.

Konsep interior apartemen baru lebih cenderung ke nordic style/Skandinavia, tetapi untuk urusan dekorasi natal gw cenderung memadukan tradisional dan modern. Dengan alasan suami ingin bernostalgia dengan masa kecil, dan kebetulan kita juga tidak ada alergi sama sekali dengan daun-daun an, maka kita memilih membeli pohon natal asli (edel grann). Membeli pohon natal asli ada positif dan negatif nya. Negatifnya kita harus rajin memberi air dan membersihkan daun-daun yang jatuh ke lantai. Makanya banyak yang memilih membeli pohon natal plastik demi kepraktisan dan alasan ekonomis. Untuk pohon natal edel grann harganya bisa mencapai 750kr dan setelah tahun baru dibuang, sedangkan pohon natal plastik dibanderol mulai dari 300kr sampai ribuan kroner berdasarkan kualitas dan ukuran tentunya. Kebetulan kita membeli pohon natal saat toko bunga langganan sedang mengadakan diskon untuk pohon natal. Segi positif membeli pohon natal asli adalah kita berasa ada di dalam hutan saat kita baru saja masuk ke dalam rumah. Apalagi ditambah bau harum lilin beraroma kue apel yang baru saja diangkat dari oven. Hmmmmmmm…..serasa ingin duduk di sofa sambil minum teh hangat saat udara di luar dingin mencekam.

img_3766

Suasana natal di rumah mertua

img_0412

Pohon natal kami

Shopping dan aktivitas sosial

Natal adalah sebuah tradisi bagi sebagian besar penduduk norwegia, meskipun masih ada juga beberapa yang merayakan natal dengan pergi ke gereja dan aktivitas religius lainnya. Sering sekali di televisi ditayangkan keluarga imigran muslim juga ikut merayakan tradisional natal dimana tidak ada berkaitan sama sekali dengan perayaan secara religius.

Toko-toko dan shopping center sudah mencuri start sejak akhir bulan November dengan di luncurkan nya black friday yang jatuh di hari Jumat terakhir di akhir bulan November. Shopping online juga menawarkan bebas biaya kirim dan dijamin barang yang dibeli akan sampai sebelum tanggal 24 Desember. Mereka berlomba-lomba meraup sebanyak mungkin omset baik dari penjualan makanan, alat-alat olahraga, dekorasi natal, dan kado natal. Strategi pemasaran judulnya. Seperti yang sudah kita ketahui orang Norwegia menghabiskan kira-kira 11000 kr per keluarga dengan 2 orang anak kecil. Banyak sekali yang terjerat dalam press shopping atau boom shopping di bulan menjelang natal yang berujung membengkaknya tagihan kartu kredit atau terkurasnya tabungan yang berakhir dengan masalah pembayaran. Di samping itu bulan Desember adalah bulan yang ditunggu-tunggu karena kita hanya dikenakan membayar pajak penghasilan setengah dari bulan-bulan biasanya. Hal ini bertujuan supaya kita mempunyai dana ekstra untuk saling berbagi dengan orang-orang terdekat.

Beberapa institusi atau organisasi sosial membuka pintunya lebar-lebar bagi mereka yang ingin memberikan bingkisan natal, makanan atau baju hangat untuk dibagikan kepada orang-orang yang kurang beruntung. Seperti tahun-tahun sebelumnya di tempat kerja gw, kami mengumpulkan baju-baju yang masih pantas di pakai terutama baju hangat dari mulai untuk anak-anak kecil (mereka ini yang dikategorikan lebih sering berganti baju hangat dikarenakan pertumbuhan anak yang cepat), barang-barang peralatan rumah tangga yg tidak dipakai karena faktor lupa. Hal ini terdengar aneh, tetapi kenyataannya banyak sekali orang Norwegia yang menyimpan barang-barang yang masih baru masih dalam kemasan rapih dan terkadang masih tercantum harganya juga tergeletak di gudang. Biasanya mungkin hasil pemberian /kado natal atau kado ulang tahun yang terlupakan. Untuk menyiasatinya sekarang hampir semua toko-toko mencantumkan kuitansi penukaran. Jadi apabila kita menerima kado yang sudah kita punya di rumah, kita bisa menukarnya dengan barang yang kita benar-benar butuhkan.

Barang-barang yang sudah terkumpul biasanya kita serahkan ke gatebarna / anak-anak jalanan yang dibahas asuhan lembaga sosial atau ke lembaga-lembaga sosial lainnya.

Lille juleaften / satu hari sebelum malam natal

Banyak yang sudah mengambil cuti lebih awal misal tiga hari sebelum natal. Sebagian besar penduduk yang tinggal di Oslo berasal dari luar kota Oslo. Jadi mereka akan pulang kampung untuk berkumpul bersama keluarga. Seperti suami gw misalnya. Lahir dan besar di kota kecil di luar Oslo, kira-kira 1,5 jam mengendarai mobil. Saat dia selesai sekolah, dia memutuskan untuk pindah ke Oslo untuk mencari pekerjaan dan berganti suasana kehidupan. Hal ini sudah hampir menjadi fenomena kehidupan urban di mana-mana. Saat hari raya atau libur panjang banyak orang meninggalkan ibukota untuk sekedar bersantai, berkumpul bersama keluarga dan teman dekat. Saat menjelang natal, banyak yang membuat kue-kue khas natal (pepperkaker misalnya). Hal ini merupakan kegiatan yang sangat ditunggu-tunggu untuk mereka yang sudah berkeluarga dan persiapan akhir sebelum acara makan malam natal menjadi kesibukan yang sudah menjadi tradisi. Bagi mereka yang akan kedatangan tamu,akan lebih sibuk lagi. Dari mulai membersihkan rumah, berbelanja makanan untuk menu utama. Untuk yang satu ini kita harus benar-benar mempersiapkan matang karena tidak jarang supermarket akan kehabisan bahan-bahan utama beberapa hari menjelang malam natal. Untuk lebih aman nya, dianjurkan membeli bahan-bahan utama tersebut lebih awal.

img_3704

Menata meja makan dengan dekorasi khusus dan satu set perlengkapan makan spesial menjadi sesuatu yang sangat menarik. Untuk para  ibu-ibu biasanya mereka lebih pemilih. Mereka akan menghidangkan makanan dengan piring-piring spesial, yang hanya digunakan saat acara makan malam natal. Bisa juga peralatan makan tersebut hanya dikeluarkan satu tahun sekali. Tak jarang banyak para orangtua memberikan warisan turun temurun kepada anak-anak nya ataupun menantu berupa peralatan makan. Biasanya peralatan makan tersebut sangat bernilai tinggi dan terbuat dari porselen berkualitas tinggi. Bapak-bapaknya pun akan ikut sibuk membantu menyiapkan minuman yang akan disajikan. Tahun ini bapak mertua yang membuat dekorasi meja makan dan menata piring dan gelas yang akan dipakai. Dia pun yang mempersiapkan lampu/lilin yang akan dinyalakan di teras depan rumah, menebang pohon natal di hutan, menghias pohon natal dan menata kado-kado yang akan di bagikan setelah hidangan makan malam. Ibu mertua seperti biasa yang memilih menu, menyiapkan hidangan utama dan makanan penutup.

Ps. Di hari ini juga banyak yang berkunjung ke pemakaman untuk sekedar memberi salam dan mengirim bunga kepada keluarga yang sudah meninggal.

Malam natal / juleaften

Bau harum kalkun sudah tercium dari dapur ibu mertua. Jam 17:00 hidangan makan malam akan dimulai. Untuk menu makan malam natal tergantung keinginan masing-masing dan tradisi di mana mereka bearasal. Ikan chod / lutefisk, daging domba dengan sosis, daging babi (ribba med svor dalam bahasa Norwegia) menjadi salah satu menu utama hidangan makan malam. Untuk hidangan pelengkap biasanya disajikan kentang rebus, kol merah yang sudah dibumbui, kol putih yang sudah dibumbui asam, selai lingonberry, sosis natal (bentuknya kecil-kecil ataupun vossakorv kalau dalam bahasa Norwegia), saus menjadi kunci utama hidangan terasa lebih nikmat.

Semua sudah berkumpul, duduk rapi di tempat masing-masing. Biasanya untuk dresscode, para laki-laki menggunakan jas resmi dan untuk para wanita menggunakan gaun malam. Tahun ini para laki-laki di keluarga kami menggunakan batik. Mereka sangat bangga menggunakan batik yang bagi mereka sangat unik dan tidak semua orang memilikinya.😊

Kami puas dengan hidangan yang disajikan dan tidak lupa mengucapkan terimaksih atas makanan yang sudah disajikan. Saatnya kami berpindah tempat duduk dari ruang makan ke sofa panjang untuk menikmati hidangan kue kecil dan tradisi minum kopi hitam disertai senda gurau dan saling bertukar cerita. Acara membagikan dan membuka bingkisan natal menjadi ajang paling menarik. Semua puas dengan bingkisan yang sudah diterima. Satu bulan sebelum hari natal, kami sudah mulai menulis daftar barang-barang yang kita inginkan untuk menjadi kado natal dan saling bertukar dengan keluarga. Tidak semua keinginan kita terkabul. Bisa juga sesuatu yang kita tidak dapatkan di hari natal, akan kita dapatkan di hari ulang tahun kita. Tak terasa waktu sudah menunjukkan lewat tengah malam. Saatnya kami beristirahat.

Di malam natal ini banyak lembaga sosial yang memberi kesempatan kepada orang-orang yang merasa kesepian dan tidak ada keluarga untuk berbagi suka cita kebahagiaan di malam hari natal. Di sana mereka akan berkumpul dengan orang-orang lain yang bernasib sama untuk menikmati hidangan yang tidak kalah lezatnya. Alangkah indahnya apabila orang-orang bisa saling berbagi.

God jul!

This entry was posted on December 25, 2016. 4 Comments