Archive | July 2014

Trondheim

Trondheim menjadi tempat terakhir perjalanan kita di liburan musim panas tahun ini setelah kita mengunjungi Elverum dan Røros. Sebenarnya gw udah pernah ke Trondheim di tahun 2012, waktu itu jamannya masih pacaran sm suami. Tapi kali ini kita seperti bernostalgia dan entah mengapa suasanya jg masih tetap romantis…pretttt, heheheh….

Perjalanan kali ini adalah perjalanan yang paling hemat, karena kita tidak perlu membayar uang sewa penginapan ataupun camping plass, karena kita menginap di rumah kakeknya suami 🙂 Dan sebagai ucapan rasa terimakasih, gw sedikit memperkenalkan masakan nusantara 🙂 padahal gw cuma bisa masak yang paling standar, yaitu membuat mie goreng. Supaya terkesan lebih spesial gw cuma nambahin bikib bakso. Padahal orang sini juga sudah mengenal bakso tetapi namanya aja yang berbeda 🙂 Hasilnya si kakek pun senang dan kenyang bisa menikmati masakan indonesia. lebayyy deh….

Si kakek meskipun sudah berusia hampir 90 tahun tetapi masih kuat jogging, masih kuat jalan kaki dari rumah ke kota yang kurang lebih bisa menghabiskan waktu 1 jam pulang pergi. Dan beliau juga masih sangat aktif contohnya gak mau dibantuin beres-beres rumah dengan alasan dia masih kuat mengerjakannya sendiri, tetapi gw tetap maksa supaya gw ikut bantu-bantu beliau. Setiap pagi masih harus baca koran dan keliling apartemen sebelum waktu sarapan. Beliau juga masih aktif membaca puluhan buku tentang sosial dan politik serta biografi. Dulu beliau adalah salah satu jurnalis untuk koran lokal Trondheim. Dan di kamarnya tersusun rapih karya-karya beliau pada masa dulu sebelum pensiun serta ratusan buku-buku yang sudah dibaca olehnya. Jadi setiap tahun dia mempunyai catatan khusus buku apa saja yang sudah pernah dia baca. Bagi beliau hidup sendiri setelah ditinggal oleh sang istri terasa sangat berat, maka beliau menghabiskan waktunya untuk membaca dan berinteraksi dengan teman-teman sebaya dan dia juga punya komunitas untuk bertemu dan berbincang-bincang setiap harinya. 

Beliau ini tinggal di komplek apartemen untuk orang tua, lokasi apartemen sangat bagus untuk relaksasi, yaitu di pinggir laut yang notabene sangat tenang. Tetapi cuman satu gak enaknya saat musim panas, setiap pagi dimulai jam 4 pagi si burung camar sudah berteriak-teriak kencang dan membangunkan kita yang sedang tidur lelap. 

Hari pertama dimulai dengan mengantarkan sang kakek ke IKEA. Rupanya beliau membutuhkan karpet baru untuk ruang tengah, dan beberapa bantal untuk sofa. Kemudian lanjut ke Plantasjon, karena beliau membutuhkan pohon palem baru untuk diletakkan di ruang tengah. Karena hari masih siang, kita kemudian ke Bakklandet. Perjalanan di mulai dari menyisir sungai Nidelva dan kita bisa melihat Nidarosdomen dari seberang sungai. Pesona Nidarosdomen seakan.akan tidak pernah lekang di makan waktu. 

Trondheim 1

Ohya, untuk melihat sejarah tentang Bakklandet bisa di cek di bakklandet.info 

Kalau sudah ke Bakklandet, jangan lupa mampir di kedai kopi yang sangat terkenal dan sudah dianugerahi penghargaan oleh National Geographic sebagai best cafe of the year di tahun 2012. Suasana kafe benar-benar menggambarkan kedai kopi di jaman dahulu lengkap dengan aksesoris yang sangat menarik. Meja, kursi, serta hiasan dinding dan dekorasi di dalam kafe sungguh sangat luar biasa. Tak heran kafe tersebut selalu ramai dikunjungi oleh warga lokal maupun turis. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Bakklandet bisa di cek di www. bakklandet.no 

bakklandet bakklandet 2

bakklandet 3

Bagi kalian yang suka dengan tantangan, bisa menjajal sykkellift. Kita bisa mengendarai sepeda dengan lift, jadi hanya berbekal kecepatan kaki dan keseimbangan. Gw sendiri ga berani mencoba, dengan alasan takut jatuh dan pasti ditertawakan oleh orang-orang karena saat itu rame dan banyak turis. Padahal gak ada ruginya dicoba lohh..jangan ngikutin gw yahh 🙂

Setelah berkeliling Bakklandet, kita ahirnya memutuskan pulang ke rumah dulu karena sang kakek sedikit lelah setelah jalan-jalan seharian. 

ila

Esok harinya kita sudah berencana untuk ke Nidarosdomen. Satu-satunya katedral di Norway yang mempunyai arsitektur khas bergaya gothic dan mendapat julukan “The cultural quarter of Trondheim.” Hanya dengan membayar tiket masuk sebesar 70 nok, kita bisa menikmati keindahan arsitektur Nidarosdomen sekaligus mendapatkan free tour guide yang disajikan dalam 3 pilihan bahasa, yaitu inggris, jerman dan norsk. Untuk lebih detail mengenai sejarah tentang Nidarosdomen, bisa di cek di website http://www.nidarosdomen.no 

Kebetulan saat kita berkunjung ke Nidarosdomen, salah satu musisi sedang memainkan instrumen musik klasik organ wagner. Nidarosdomen mempunyai dua organ salah satunya bernama Wagner dan Steimeyer. Steimeyer masih belum selesai direnovasi yang konon kabarnya sudah menelan biaya yang cukup besar nilainya. 

Nidarosdomen

Tak terasa sudah 5 hari kami berada di Trondheim dan tiba saatnya kita harus kembali ke Oslo dan mengahiri libur musim panas tahun ini. Liburan musim yang sangat berkesan dan sekaligus memberi kenangan yang sangat manis. Vi ses! 🙂

IMAG2723

 

 

 

 

 

This entry was posted on July 26, 2014. 2 Comments

Mengunjungi Røros – Sør Trøndelag

røros1

Setelah mengunjungi “langs kysten (Telemark- Aust Agder – Vest Agder)” tibalah saatnya kita beralih ke county Sør Trøndelag. Salah satunya adalah mengunjungi Røros. Røros adalah “kota tambang tembaga” pada abad 18 dan 19 yang sampai saat ini bangunan aslinya masih dipertahankan dan sudah mendapat penghargaan dari UNESCO World Herritage Site di tahun 1980. Di Røros terdapat 80 rumah kayu dan terdapat satu gereja tua yang dibangun pada tahun 1784. Terik matahari menemani kita berkeliling di kota tambang tersebut. Konon di musim dingin terdapat traditional market yang dikenal dengan “Rørosmartnan” yang dikunjungi oleh turis. Pasar tradisional tersebut dibuka pada hari selasa terakhir di bulan februari setiap tahunnya.

Jangan lupa setelah berkeliling kota tambang Røros, mampirlah sejenak di toko oleh-oleh khas Røros. Kalau gw cukup membeli magnet kulkas dan kartu pos yang harganya sangat terjangkau, dan ramah di kantong, hehehe..dan tentunya setelah berkeliling rasa haus dan dahaga serta lapar yang membuat perut berisik terobati dengan sepotong roti yang baru matang dan es krim yang segar…hmmmmm…nam nam…saking enak dan lembut rotinya kami terpaksa harus membungkus beberapa potong untuk bekal di perjalanan. 

røros2 røros3 røros4

 

Åmli + Sørlandet = god tur!!!

Siapa yang tidak kenal dengan Åmli pannekaker? Pancake yang lezat dan terbuat dari bahan alami, disajikan hangat, disuguhkan dengan selai bluberry atau strawberry. Hmmmm..harus dicoba!!! 🙂

amlipanekaker

Perjalanan kita berlanjut ke pesisir timur Norway atau Aust Agder yang masih berada di wilayah selatan Norway. Hujan rintik-rintik turut serta menemani perjalanan dari Arendal menuju Vindilhytta di Gjøvdal. Sebelumnya kita mampir di rumah salah satu teman orang Indonesia yang tinggal di Arendal (Thanks yah ci kita sudah diperbolehkan mampir). Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih satu jam dari Arendal, sampailah kita di hytta. Gak nyangka banget hytta nya ada di tengah-tengah hutan. Sampai sana kita sudah ditunggu oleh Astrid, si empunya hytta. Jadi Astrid juga tidak tinggal di hytta tersebut. Dia tinggal kurang lebih 20 menit dari hytta. Tetapi apabila ada tamu, dia selalu tidur di hytta. 

Vindilhytta terdiri dari beberapa kamar sederhana yang mayoritas tempat tidurnya bersusun atau bersebelahan (semua kasurnya berukuran sedang). Kamar mandi dan WC berbagi dengan tamu yang lain. Terdapat ruang bersama untuk sekedar berbincang-bincang ataupun santai di sore hari. Di pagi hari ruangan tersebut digunakan untuk sarapan bersama. Sarapan sudah termasuk dalam harga sewa per malam yaitu 550nok untuk 2 orang. Dan pemilik hytta selalu menyediakan sarapan khas ala Norway. Jadi bagi turis dari luar Norway bisa ikut merasakan menu khas yang disajikan oleh Astrid.

Vindilhytta tidak dilengkapi jaringan internet dan TV. Kalau tidak salah dengar internet dan saluran TV tidak bisa menjangkau wilayah Gjøvdal. Jadi untuk kalian yang suka update status dan cek-ricek berita melalui internet, kalian harus berpuasa dulu selama di Gjøvdal-Åmli tersebut. Hanya ada musik sayup-sayup yang bisa kita nikmati di ruang bersama. Suasananya benar-benar berasa di pedalaman apalagi hujan terus mengguyur Gjøvdal malam itu. 

Rasanya kita sedang tidak beruntung hari itu karena hujan masih tetap mengguyur sampai pagi hari. Tadinya kita sudah planning mau ke Svårthylkyrkja dan Rjukanfossen tetapi apadaya hujan deras tak kunjung berhenti. Jadi kita memutuskan untuk melanjutkan perjalanan pulang ke Oslo. 

Ohya sekedar informasi di Åmli mayoritas penduduknya berbicara nynorsk bukan bokmål. Jadi bagi gw yang masih belajar bahasa norwegia, gw harus benar-benar fokus mendengarkan apa yang sedang dibicarakan. Tetapi untungnya ada suami yang setia membantu menjelaskan (tetap dlm bhs norsk – bokmål bukan pake bhs. inggris) 🙂

Bagi yang tertarik dengan wisata di Åmli bisa di cek di http://www.amli.no dan http://www.vindilhytta.no 

AMLI

Semoga di lain kesempatan, kita bisa mengunjungi Åmli kembali dan melanjutkan niat hiking yang tertunda. God tur!!! 🙂

 

Flekkefjord småbyen

flekkefjord 3

Hmmm mungkin ga banyak yang pernah dengar tentang Flekkefjord ini. Mungkin juga banyak yang kurang faham dimana letak Flekkefjord. Karena gw sendiri pertama juga gak ngerti dimana letak keberadaan Flekkefjord.

Flekkefjord terletak di region Sørlandet (pesisir selatan Norway) dan masuk dalam county Vest Agder. Tetapi kota administratif nya terletak di Kristiansand. Deretan bangunan tua terbuat dari kayu dan bercat putih merupakan ciri khas rumah di wilayah Vest Agder. Tidak banyak yang bisa dilihat di Flekkefjord. Tak heran Flekkefjord menyandang slogan småbyen atau smaabyen (ejaan Norsk lama). Jadi untuk kita yang senang dengan hiruk pikuk kota, mungkin liburan ke Flekkefjord akan sangat membosankan. Tetapi akan sangat menyenangkan apabila kita mencari ketenangan. 

Asal muasal kita “nyasar” di Flekkefjord karena pertama mendapat rekomendasi dari mertua yang sudah pernah ke sana sebelumnya. Dan kita sudah coba browsing-browsing tempat menarik yang harus dikunjungi di Flekkefjord. Nah kita coba saja deh ke sana hitung-hitung pengalaman baru lagian memang Flekkefjord berada di satu arah jalan pulang ke Oslo setelah perjalanan kita dari Stavanger. 

Untuk penginapan tadinya kita mengandalkan Egenes Camping, tetapi responnya sangat mengecewakan. Kita sudah booking via email tetapi dalam waktu tiga hari tidak ada respon dari pihak reservasi, kita masih bersabar kirim email lagi, ahirnya dijawab email kita tetapi tidak memuaskan karena masih ngegantung jawabannya, jadi kita merasa kita yang butuh Egenes Camping. Ahirnya kita memutuskan untuk cancel reservasi kita. Tetapi karena sudah tidak ada pilihan lain mau gak mau kita ahirnya tidur di hotel, niatnya mau ngirit tetapi kadang saat kita jalan-jalan beberapa hal ekstra perlu dipertimbangkan, termasuk nginep di hotel dadakan ini, hehehe 🙂

Hotelnya bagus dan pelayananya sangat memuaskan. Arsitektur hotel dilihat dari luar dan dalam sangat menarik. Kesannya sedikit tua dan jauh dari modern, tetapi suasana rumah jaman dulunya berasa banget. bisa di cek di grand-hotell.no 

Suasana minum kopi di pesisir pelabuhan ditemani sepotong kue apel menjadi hal yang berbeda di perjalanan kita kali ini. Kaffebørsen disamping Fyskebrygga bisa menjadi pilihan untuk menghabiskan waktu sore hari di Flekkefjord. 

flekkefjord

flekkefjord

 

This entry was posted on July 25, 2014. 2 Comments

Helo Stavanger!

olje museum

Tur selanjutnya adalah Stavanger city highlights. Stavanger adalah “the third-largest urban zone” apabila di gabung dengan Sandnes municipility. Oil industry adalah salah satu tulang punggung perekonomian di Stavanger dan salah satu aset yang menjadikan Norway negara kaya raya. Dan di musim panas ini banyak sekali cruise ship yang berlabuh di Stavanger untuk sekedar melihat-lihat dan mengagumi keindahan alam Norway beserta the mighty norwegian fjords-nya. 

1. Norsk Oljemuseum

Norsk Oljemuseum terletak cukup strategis dan tidak jauh dari pusat kota. Kalau dilihat dari laut, seakan-akan kita melihat oil platform kecil. Dari tempat parkir museum, kita bisa memarkir mobil yang untuk selanjutnya bisa mengunjungi Gamle Stavanger, Stavanger Domkirke, dan Norwegian Canning museum dengan berjalan kaki. 

Di Norsk Oljemuseum kita bisa berwisata sambil belajar. Kita bisa mengetahui proses terbentuknya minyak dan gas di Norway beserta peralatan/mesin-mesin yang sangat lengkap dan canggih dan beberapa simulasi yang bisa diakses langsung oleh pengunjung museum serta yang tidak kalah menarik adalah disana digambarkan bagaimana kehidupan sehari-hari para pekerja di oil platform. Seperti slogan yang terdapat di depan museum “…and inside it’s even more exciting.” Di dalam museum kita dimanjakan dengan simulasi-simulasi yang sangat menarik dan jauh dari rasa bosan, serta peralatan keselamatan yang digunakan seperti layaknya yang ada di offshore field. Sepertinya Norway niat banget membuat museum olje tersebut, hehehe…Dan memang benar biaya yang dikeluarkan untuk membangun museum tersebut konon sangat besar nilainya dan dibuka oleh Kong Harald pada tanggal 20 Mei 1999.

Tiket masuk untuk mengunjungi Norsk Oljemuseum adalah 100nok untuk orang dewasa dan karena kami mempunyai member OBOS, jd kami mendapatkan diskon sebesar 25%, lumayan kan…

Oljemuseum

olje platform

2. Gamle Stavanger

Ketika memasuki kawasan Gamle Stavanger rasanya sangat berbeda, teduh, sejuk dan damai. Berderet-deret rumah bercat putih khas Sørlandet yang berjumlah 173 rumah kayu yang dibangun pada abad 18 sampai awal abad 19. Apalagi di musim panas ini banyak sekali bunga warna warni yang digantung di depan rumah serasa menambah keindahan suasana sekitar Gamle Stavanger. Ditambah lagi jalanan cobblestone khas Eropa, sempit dan berkelok.

Masih di seputar Gamle Stavanger, juga terdapat Norwegian Canning Museum yang menggambarkan tipikal pabrik di tahun 1920. Di sana kita bisa melihat proses pembuatan kaleng dan bakso ikan serta mencium bau khas sardines langsung dari oven, yang baunya sangat amat harum dan membuat kita menelan ludah ingin segera mencicipinya. hmmm..nam..nam…hehehe. 

Gamle Stavanger # 1

 

Gamle Stavanger #2

 

3. Stavanger Domkirke

Stavanger Domkirke adalah katedral tertua di Norway. Pada saat kami mengunjungi Domkirke tersebut, bagian depan (ingang/pintu masuk) sedang direnovasi. Pengunjung dapat mengambil foto di dalam Domkirke. Hal ini sedikit membuat gw bertanya-tanya, koq tumben yah kita bisa ambil foto tidak seperti ketika kita berada di dalam Nidarosdomen Katedral di Trondheim. Tapi yasudah karena memang diijinkan mengambil foto, jadi gw memotret salah satu sisi mimbar yang bernama Preikestolen dan bergaya “Baroque style”.

Stavanger Domkirke

4. Swords in Rock / Sverd i fjell

Monumen ini terletak sedikit jauh dari sentrum dan menjadi salah satu tempat terakhir yang kita kunjungi di Stavanger karena kita harus segera melanjutkan perjalanan berikutnya yaitu ke Flekkefjord. 

Sverd i fjell menggambarkan tiga pedang yang digunakan pada zaman viking, hehehe…ini versi sejarah karangan gw. Karena bentuknya menyerupai pedang panjang dan sangat tinggi dan besar seperti tokoh-tokoh viking yang digambarkan pada jaman dahulu. Hmmm…monumen tersebut melambangkan perdamaian, kesatuan dan kebebasan yang dibuat oleh Fritz Røed.

 

Sverd i fjell

 

Perjalanan kita di area Sørlandet (Aust og Vest Agder) akan dilanjutkan ke Flekkefjord, Arendal, Åmli, Grimstad, dan Risøy. 

(bersambung…)

Liburan musim panas di Norwegia

Musim panas tahun ini adalah musim panas pertama gw di Oslo. Namanya musim panas seharusnya ya panas gitu yah, tapi nyatanya sering juga hujan mendadak dan petir pula. Panas matahari di sini hampir sama dengan panasnya Jakarta, jadi saat musim panas inilah banyak sekali orang memanfaatkan berjemur, piknik termasuk gw yang rajin berjemur dan piknik. Karena cuaca yang tidak menentu di saat musim panas inilah banyak orang sini yang berlibur ke Syden (Pertama kali gw bingung apa siy yg dimaksud Syden itu, gw cari di Google eh ga nemu yg pas, ternyata eh ternyata berlibur ke Syden itu misalnya berlibur ke Spanyol, Portugal, Turki, Yunani, dll dimana panas mataharinya benar2 top markotop dan untuk tiket dan hotel tidaklah mahal, gak heran di Spanyol saat musim panas mayoritas turisnya hampir 80% adalah org Norway, begitu jg di Yunani/Hellas dan Tyrkia/Turki ; ini menurut cerita suami dan gw baca di salah satu koran lokal sini, karena gw belum pernah ke Syden jg).

Tetapi karena gw masih baru di sini, jadi liburan musim panas kali ini sangatlah cocok bagi gw untuk mengenal Norway lebih jauh lg. Dan lebih mantap lagi dengan tur keliling pake mobil. Jadi bisa melihat keindahan alam Norway secara langsung. Dimana Norway mendapat julukan Mother of nature. Dan ini terbukti, keindahan alamnya sungguh sangat luar biasa sampai di setiap sudut perjalanan kami tak henti-hentinya berdecak kagum.
Selain keluar dari rutinitas kehidupan di sentrum (Oslo) yg cenderung hiruk pikuk, jalan-jalan ke luar Oslo sangatlah menarik.

1. Heddal Stavkyrkje atau Heddal Stavechurch

Heddal Stavechurch ini terletak di Notodden dan stavechurch terbesar di Norway dimana dibangun pada tahun 1250 dan sering disebut juga “a wooden cathedral”. Banyak juga yang menikah di gereja tersebut saat musim panas. Karena selain model bangunannya sangatlah unik dan bersejarah.
Di sini kita juga bisa menikmati secangkir kopi hitam dan sepotong kue apel di Kafe Olea setelah berkeliling dan melihat-lihat nisan-nisan jaman dulu. Karena di Norway mayoritas gereja bersebelahan dengan makam.
Untuk lebih jelasnya tentang sejarah Stavechurch bisa dilihat di website: http://www.heddalstavkyrkje.no

stavechurch 1

kafe olea

2. Preikestolen/Prekestolen atau The Pulpit Rock

Tujuan utama liburan musim panas kali ini adalah menjajal hiking ke Preikestolen, yang menjadi salah satu list di agenda para turis saat mereka berkunjung ke Stavanger (not to be missed in Norway).

Dari awal masuk musim panas sudah melatih diri untuk jogging minimal 1 jam dan selanjutnya bertahap menjadi 2 jam dan seterusnya. Hal ini untuk melatih diri supaya nantinya kuat hiking ke Preikestolen. Hiking ke Preikestolen termasuk dalam kategori mudah, tidak diperlukan persiapan yang benar-benar matang. Karena jarak tempuh yang tidak terlalu jauh (untuk sekali jalan adalah sekitar 2 jam, naik dan turun menjadi kurang lebih 4 jam). Bahkan anak kecil dan manula pun bisa ikut serta hiking ke Preikestolen.

Sebelum berangkat liburan, gw sudah me-request brosur wisata untuk area Stavanger yang bisa diminta di http://www.regionstavanger.com sebenarnya bisa juga dilihat di website cuma kalau dalam bentuk brosur dilengkapi peta yang nantinya sangat dibutuhkan saat dalam perjalanan (beberapa wilayah selama perjalanan terkadang sinyal internet sedikit terganggu, jadi apa salahnya membawa peta manual).

Untuk menikmati keindahan Preikestolen bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu hiking singkat dari Preikestolen Fjelsstua dan sight seeing (kombinasi hiking, bus dan cruise), kalau ga salah namanya Hurtigbåt atau Columbus (www.kolumbus.no) yang harganya lumayan mahal.
Fasilitas yang ada di Preikestolen sangatlah lengkap mulai dari papan petunjuk sampai dengan informasi ketinggian saat kita sudah berada di titik pendakian tertentu.

Perjalanan dari Notodden ke Jørpeland diselingi rintik hujan. Ada sedikit rasa khawatir bagaimana kalau besok pagi masih tetap hujan dan awan mendung menyelimuti, tentunya acara hiking kurang menarik selain jalanan menjadi licin dan kita tidak bisa melihat keindahan alam dari tebing atau plateu. Dimana Preikestolen adalah tempat favorit para turis mengabadikan momen tersebut dalam sebuah foto narsis. Siapa siy yang ga pingin tidur tengkurap atau berdiri di puncak Preikestolen dengan background Fjord dengan air yang biru, dramatis dan memacu adrenalin (karena lumayan deg-degan juga loh dan membuat lutut lemas). Ketinggian dari tebing atau plateu adalah 604meter di atas permukaan fjord. Bisa dibayangkan kalau kita terpeleset dan terjun bebas dari puncak tebing. Keselamatan ditanggung masing-masing yah karena kalau tergelincir bisa-bisa pulang tinggal membawa nama saja atau say good bye.
Dulu gw pernah baca ada yang pernah bunuh diri dengan cara menceburkan ke fjord dari puncak tebing. Gila kali yahhh….

Kebetulan saat gw hiking cuacanya sangatlah bagus meskipun sekitar jam 7 pagi hujan rintik-rintik dan setelah jam 9 pagi matahari muncul dan langit menjadi berwana biru cerah sampai kita turun dari Preikestolen. Hal ini sangat dimanfaatkan bagi turis lain untuk berbondong-bondong hiking. Sangat disayangkan beberapa dari mereka tidak menghiraukan keselamatan diri sendiri. Ada yang memakai sepatu boot yg bukan untuk hiking, sepatu fantopel (atau lebih mirip selop yang datar), yang lebih ekstrem sandal jepit atau flip flop. Padahal sudah diinformasikan di papan pengumuman saat pertama kali orang-orang memulai pendakian.

Sesampai di tebing datar atau plateu yang agak menjorok ke tengah terdapat formasi batu dengan ukuran kurang lebih 25 x 25 meter tempat orang-orang duduk santai sambil menikmati udara segar dan pemandangan birunya air di bawah sana serta sesekali cruise ship yang lewat. Istirahat sejenak minum kopi / secangkir coklat panas dari thermos atau makan coklat maupun sandwich yang di bawa sebagai bekal. Hmmmm…hari itu sungguh sangat luar biasa, menyegarkan fisik dan menyejukkan jiwa.

preikestolen1

preikestolen3

preikestolen2

preikestolen 2

Ohya, sebagai referensi Preikestolen Fjellstue gw rekomendasikan bagi teman-teman yang hendak ke Preikestolen. Selain view nya bagus, juga sangat strategis. Karena tempat ini sebagai titik terakhir atau dikatakan terminal bus atau mobil dari arah Stavanger ataupun Bergen dan titik awal pendakian.
Untuk biaya menginap sedikit lumayan mahal. Waktu itu kami memilih tempat tidur susun dengan kamar yang sempit, serta kamar mandi berbagi dengan penghuni camping plass tersebut. untuk 2 hari menginap di Preikestolen Fjellstua adalah nok 1850 sudah termasuk biaya parkir dan sarapan pagi untuk 2 orang. Mereka juga mempunyai kamar yang lebih luas tetapi harganya lebih mahal 🙂 🙂

3. Lysebotn

Kalau di utara Lysefjord terdapat Preikestolen, di sebelah selatannya terdapat Kjeragbolten. Tadinya kita mau naik Hurtigbåt atau Columbus dari Forsand ke Lysebotn untuk mempercepat perjalanan sekaligus supaya bisa melihat Kjerag dari atas kapal cepat/båt. Salah satu yang menjadi idaman para pendaki yang mempunyai adrenalin tinggi dan tidak menderita vertigo adalah berdiri di tengah-tengah batu gantung yang dibawahnya blong atau langsung menyentuh permukaan Lysefjord.
Di Kjerag terdapat batu yang terjepit di antara dua tebing tinggi. Ketinggian Kjeragbolten adalah 989meter dari permukaan Lysefjord. Bisa dibayangkan, apabila sudah sampai di atas tebing tersebut.
Karena kita terlambat booking båt tersebut dan kita tidak ingat kalau saat ini adalah high season dimana banyak turis yang ingin melihat secara langsung Preikestolen dan Kjerag dari dekat, sudah dipastikan kita tidak kebagian tiket dan ahirnya harus rela menempuh perjalanan yang lumayan lama sekitar 3,5 jam dari Jørpeland atau Preikestolen Fjellstua menuju Lysebotn.

Tetapi masih ada untungnya niy (kalau kata orang jawa, untungnya…). Kita bisa melewati Lysevegen road yang pertama kali dibuka tahun 1983 dimana jalan tersebut dibuat sebagai “a work roads” selama pembangunan power plant terkenal Tjodan hydroelectric. Kita juga melewati 27 hairpin bends (jalanan yang berliku-liku seperti obat nyamuk) yang sungguh sangat mendebarkan, selain jalananya lebih sempit dan berkabut serta hujan lumayan deras. Sehingga berkali-kali kita harus bergantian berhenti di sisi jalan saat mobil dari lawan arah melaju, apalagi kalau yang lewat mobil karavan yang lumayan lebar. Namun demikian masing-masing saling menghargai dan memberi sinyal saat hendak melaju, sehingga mobil tidak tergelincir ke jurang yang cukup dalam.
Lysevegen road hanya dibuka saat musim panas kurang lebih mulai dari bulan Mei s/d Oktober atau November.

Ahirnya sampai juga di Øygardstøl panorama restaurant atau Kjerag Restaurant yang terletak di ketinggian 640 meter. Di sini kita bisa berhenti sejenak untuk minum kopi sambil menikmati pemandangan Kjerag yang bisa kita lihat dari kejauhan dari dalam restaurant. Hanya pengunjung restaurant yang diperbolehkan masuk dan mengambil foto. Kjerag Restaurant juga menjadi titik awal pendakian.

kjerag1

kjerag2

kjerag3

Perjalanan dilanjutkan kurang lebih 20 menit dari Kjerag Restaurant menuju Lysebotn Hauane bed & breakfast, tempat dimana kita akan menginap selama satu malam. Bagi yang hendak ke Lysebotn diwajibkan membawa bekal makanan atau lain-lain yang dibutuhkan karena di Lysebotn tidak ada matbutikk (Coop, Kiwi, dll). Konon kata Kjell si pemilik Hauane tersebut, penduduk setempat memesan makanan dari Forsand dan akan diantar secara kolektiv ke Lysebotn Terminal Ferry. Termasuk juga Posten (apabila kita hendak mengirim dan menerima surat atau paket). Hmmmm….Kalau menurut gw, Lysebotn sangatlah cocok untuk beristirahat sejenak atau lari dari rutinitas pekerjaan ataupun hingar bingar kota.

Hauane Bed and Breakfast sangat direkomendasikan untuk tempat bermalam. Pemilik rumah sangat ramah dan dia menyediakan sarapan pagi ala Norway yang semuanya serba homemade. Di dalam rumah tersebut terdapat benda-benda dari jaman Kjell masih muda, yang tentunya sangat bersejarah dan benar-benar autentik. Kita berasa tinggal di rumah tua ala Norway lengkap dengan perapian beserta alas kursi terbuat dari kulit asli lembu liar. Tak ketinggalan pula terdapat sauna, tetapi untuk bisa menikmati sauna tersebut, kita harus membayar ekstra. Kamar mandi baru direnovasi dan sangat amat nyaman (terdapat 4 kamar mandi yang berada di luar rumah, Kjell juga mempunyai empat kamar kosong untuk disewakan. Ke empat kamar tersebut menjadi satu dengan rumah utama). Si pemilik rumah membuat sedemikian nyaman suasana lingkungan sekitar tempat tinggal, sehingga kita betah untuk tinggal di situ, maklum jauh dari pusat kota juga.

Di sekitar rumah terdapat gård atau peternakan kecil beserta lembu-lembu yang montok. Dan juga seekor anjing jantan yang bernama Leo, yang akan dengan setia menemani kita menikmati alam sekitar Lysebotn. Leo sudah terlatih dan faham betul wilayah-wilayah sekitar sehingga dia bisa menjadi tur guide kita. Sayangnya si kuda jantan yang bernama Thorvald sudah tidak berada di situ lg karena Kjell tidak punya waktu untuk mengurus Thorvald sehingga dengan terpaksa dia harus mengirimkan Thorvald ke tempat pemeliharaan kuda di Forsand.

lysebotn1

lysebotn2

Lysebotn3

Perjalanan selanjutnya adalah Flekkefjord, Åmli dan Trondheim yang akan gw bahas di lain waktu. (Bersambung)

This entry was posted on July 7, 2014. 3 Comments