Archive | March 2013

Lost in Hongkong

Saat kondisi hati sedang tidak menentu, pasca broken heart, jiaahhh…browsing sana sini dan ahirnya nemu ide, bagaimana kalau ke Hongkong??? hmmm sepertinya mahal yah tp sapa sangka ide yg muncul tiba2 bisa jd kenyataan, ahirnya kaki gw memberanikan diri melangkah di Hongkong Internatioanl Airport (HKIA) dengan berbekal buku dari Eyewitness Travel Top 10 Hongkong dan Budget Travelling Hongkong, pengarangnya Budi Sulis. Bisa dicari di Gramedia saat itu, tahun 2010. dapet tiket lumayan murah dan sangat reasonable MH utk tujuan JKT-HK transit di KL. 

Setelah form cuti di acc, saat itu tiket sdh di book tinggal nentuin rute maw kemana aja. Jadi nekad aja deh, dan yakin kalau cuti 8 hari kerja bakal di acc, so capcus gw mulai book hostel utk di HK, dan hotel utk di Macau, serta flat utk di Singapore. Rute yg gw ambil adalah, Hongkong, Macau, Shenzhen, Singapore. 

Hongkong

4 hari 3 malam di Hongkong sudah lumayan cukup lah. semua sudah disusun mau kemana aja slama di HK. Dari dulu mimpi pingin banget suatu saat ke HK Disneyland, jadi gw memang uda niatin harus kesana. di HK gw benar2 ngalamin Lost in Hongkong, bingung muter2 ga jelas, kadang ada saatnya kita tanya sama penduduk lokal saat membaca peta sudah buntu dan tidak ada pilihan. Yiufai Guest House bisa jadi pilihan untuk merebahkan kaki yang pegel dan badan yang remuk redam setelah keliling2 HK. Tarif per malamnya tdk terlalu mahal utk hostel kawasan Tsim Tsa Tsui yg sangat strategis, begitu keluar dari TST stasion kita bs langsung nemu tuh hostel. Memang lokasi tdk berada di lantai dasar, tapi kita bisa tanya di mn lokasi hostel tersebut, dan yg terpenting meskipun hostel tersebut tdk berada di lantai dasar tetapi ada fasilitas lift yg bersih dan berfungsi tentunya, kamar nya cukup bersih dan penerangan juga ok, kebetulan gw dapet kamar yg posisi jendelanya menghadap ke jalanan TST, jd kalau malem pemandangan nya lumayan seru, lampu2 yg berkilau di hiruk pikuk HK. Pemiliknya pun bisa bhs inggris jd no problem. Payment dilakukan dgn paypal serta DP 30% selebihnya dibayar saat check in. 

Hari pertama; Kowloon Area, setelah check in, gw langsung menuju Clock Tower, yg berada di pelataran pelabuhan Star Ferry di TST, posisi ada di dekat The Harbour City shopping Centre, di HK di mana2 selalu ada shopping centre, ladies…you must go there, lol…!! sore hari ke Star Avenue, dimana kita bisa melihat tapak tangan para bintang, yg terinspirasi oleh Walk of Fame di Hollywood.

Malem hari gw berjalan menyusuri Victoria Harbour, TST untuk menyaksikan pertunjukan multimedia Symphony of Light tepat jam 8 malam. Pertunjukan ini melibatkan 44 gedung di sisi Victoria Harbour, HK Island dan dinamakan World’s Largest Permanent Light and Sound Show oleh Guiness Worl Records. Dilanjutkan ke Ladies Market, mencari sesuatu yg ga penting, aksesoris palsu dengan harga murah meriah, tapi sayangnya gerimis mengundang jadi window shopping di Ladies Market ga terlalu lama kemudian menikamti bisingnya HK di malam hari dengan menyusuri Nathan Road dan mampirlah di KFC terdekat, Jangan lupa sebagai cemilan hangat pesanlah Egg Tart and Baked mashed potato  with chicken and cheese, No more diet beibeihhhh..!!!

Hari kedua; Lantau Island. setelah tidur cukup hanya 5 jam sodara2!!! Gw buru2 ke kamar mandi dan siap2 deh ke Lantau Island, informasi tambahan, rata2 kamar mandi di hostel HK space nya sangat tdk mendukung utk orang yg berbadan montok macam gw ini, lol..!!! sempitttt bo, ga bisa leluasa deh…

Jam tangan menunjukkan 7.30 pagi segera menuju MRT station terdekat dan ambil rute menuju Thung Chung sebagai stasion MRT terakhir, bersebelahan dgn CityGate Outlets Mall kemudian dilanjutkan ke Stasiun NP360 untuk membeli tiket Crystal Cabin untuk menuju Big Budha dan Cabin biasa utk pulangnya. Crystal Cabin memiliki sensasi yg berbeda karena kita bisa melihat pemandangan di bawah sana dari dalam cabin cable car sepanjang 6km, dan juga pemandangan yg menakjubkan dataran tinggi di tengah Lanyau Island yg berbukit.

Ngong Ping Village dan Big Budha “Tian Tan” 

Rasanya menaiki 268 anak tangga tidaklah merugikan karena setelah mencapai puncak kita bisa ,melihat dengan jelas Giant Budha “Tian Tan” yg merupakan salah satu patung Budha perunggu tertinggi di dunia, di dekat biara Po Lin.Ptung setinggi 34 meter duduk di atas lotus yg terletak pada altar bertingkat tiga dan dikelilingi oleh delapan patung-patung dewa yg lebih kecil.

Kita juga bisa melihat Bodhi Wishing Shrine, Wisdom Path setelah turun dari Big Budha.

Hari ketiga; HK Disneyland. Mengulang masa kecil. Finally my dream came true. so jangan meremehkan mimpi2 kalian, dream what you want to dream and go where you want to go. Hari ketiga hanya fokus di HK Disneyland dan pulangnya sudah cukup malam hanya sempat menikmati jajanan jalanan di sekitar Nathan Road sebelum ahirnya kembali ke hostel. 

Hari keempat, Madame Tussauds. Who do you want to meet? itulah slogan yg tertulis di flyer yg bisa ditemukan di tempat pembelian tiket. Waktu itu gw ambil paket Combo yaitu, Peak Tram PP + Madame Tussauds + Sky Terrace dengan harga HKD 200. 

Hari keempat adalah hari terakhir di HK jadi acaranya puas2in diri selama masih di HK, gw sempet pergi ke Mid level eskalator sepanjang 800 meter yg merupakan eskalator terpanjang di dunia, Jade market, SOHO area (South of Hollywood Road) dan di malam hari menikmati dunia malam nan gemerlap di area Lang Kwai Fong, a buzzing centre of clubs,bars and restaurant. Satu yg terlewat adalah, gw belum sempat ke Tsing Ma Brdige, next time gw harus kesana terutama di malam hari menikmati Romantic Night, hohohoh.

cerita ttg Macau akan dilanjutkan di page berikut, see you there 🙂 

“Scream! Dance! Travel! Hike! Then you’ll realize that you are just a great person in a crowded thoughts.

Reference:

** Eyewitness Travel book, Top 10 Hongkong

** Budget Travelling Hongkong, Budi Sulis

This entry was posted on March 23, 2013. 4 Comments

FRAMMUSEET

FRAMMUSEET

The Fram Museum or in Norwegian Frammuseet is a museum telling the story of Norwegian polar exploration. It is located on the peninsula of Bygdøy in Oslo, Norway. Taken from Wikipedia.

FRAM MUSEET

 

Fram Museet 1

Fram Museum merupakan salah satu museum yang harus dikunjungi apabila sedang berada di Oslo. Lokasinya berdekatan sekali dengan Kon-Tiki Museum dan Norwegian Maritime Museum.
Kalau ga salah tiket masuknya seharga NOK 60 utk dewasa, dan recommended banget karena di dalamnya kita bisa melihat seperti apa sih expedisi dalam mengarungi kutub, kita bisa menyaksikan simulasi saat mereka mengarungi kutub, dan juga kita bisa melihat sisi luar dan dalam dari Fram yang digunakan untuk mengarungi kutub tersebut. waahhhh di sisi dalamnya luar biasa banget, ada kamar, dapur, ruang bersantai, yang dilengkapi perlengkapan pada masa itu.

Pokoknya “amazing” banget bisa berada di dalam museum tersebut, takjub karena begitu hebatnya para “polar explorer”

Salah satu tokoh yang paling terkenal dalam expedisi polar tersebut adalah Fridtjof Nansen.

This entry was posted on March 4, 2013. 2 Comments

Viking Ship Museum, Oslo

Viking MuseetViking Museet 1

The Viking Ship Museum, is located at Bygdøy in Oslo, Norway. It is part of the Museum of Cultural History of the University of Oslo and houses archaeological finds from Tune, Gokstad, Oseberg and the Borre mound cemetery. Taken from Wikipedia.