Archive | July 2012

Syndrome sepeda baru

Semalem sepeda baru gw baru dianter, wuiiihhh senangnya…sekarang gw kalau mau ke kantor tinggal pake sepeda, kalau mau cari makanan di depan komplek jadi gampang, apalagi lagi puasa begini tiap sore banyak orang jualan kolak dan teman2 nya kolak…

emang siy era bike to work kayanya sdh basi skrg uda ga terlalu ngetren lagi gt, biarin lah gw masuk dalam kategori ketinggalan jaman, hehehe…

Namanya sepeda baru langsung deh gw cobain muter2, krn msh baru jadi semuanya serba enak,  rem nya pakem banget, kayuhan nya ringan, cat nya masih kinclong, sampe ban sepedanya masih bersih belum berdebu, jiaaaaahhhh….siap niy ke kantor pake sepeda baru…yang kurang gw belum beli helm dan bel sepeda, ga lucu kan kalau di depan gw ada orang lewat trus gw teriak2 minta dia minggir…

I want to ride my bicycle….i want to ride my bike 🙂

i want to ride my bicycle 🙂

 

This entry was posted on July 30, 2012. 3 Comments

Lost in Istanbul

Tiba-tiba terbersit pingin banget ke Istanbul..kapan yah?

Sebelum terlaksana gw baru mau beli seri Lonely Planet Istanbul City Guide 🙂

sorry yah bagi pembaca yg sudah tertipu dengan judulnya, ternyata belum terlaksana….

This entry was posted on July 18, 2012. 2 Comments

BALI – Indonesia

October 2011,

Bali…kami datang…..!!!

Setelah sampai di Jakarta, dan tinggal beberapa hari di Jakarta, kami hendak berlibur di Bali.

Rute kami di Bali adalah: Lovina, Ubud, Karangasem, Kuta

Karena kami kurang suka dengan hiruk pikuk Kuta Bali, begitu sampai di Ngurah Rai Airport kami langsung menuju Lovina.Kami dijemput oleh mobil plus driver yang sudah kami book sebelumnya, mobil dan driver kami akan menemani perjalanan kami selama di Bali.

Ahirnya sampai juga di Lovina. Suasana di Lovina tidaklah seramai Kuta, dan mayoritas turis di sana adalah turis mancanegara, arus lalu lintasnya pun tidak seramai di Denpasar.

Tujuan kami datang ke Lovina adalah untuk melihat pertunjukan sekelompok Dolphin yang beraksi di pagi hari pada umumnya, untuk menikmati pertunjukkan Dolphin tersebut kami sudah menghubungi Pak Gobang melalui email, dia akan menjemput kami di Vila jam 7 pagi.

Aneka Lovina Bungalow

 

 

 

 

 

 

 

 

Typical room in Aneka Lovina

Esok harinya kami menuju tempat di mana motor boat akan membawa kami berkeliling menikmati Dolphin yg berenang dan sesekali meloncat tinggi ke permukaan air. Tour tersebut berlangsung kurang lebih 2 jam sampai waktunya sekelompok Dolphin tersebut sudah enggan muncul dan kami pun kembali ke Vila.

2 hari di Lovina rasanya sudah cukup karena tujuan kami datang kesana hanya melihat Dolphin 🙂

Setelah sarapan pagi, kami bergegas menuju UBUD. Inilah yang kami nanti-nantikan…Ubud kami datang…..!!!

Junjungan Ubud – lovely place

 

a room in Junjungan Ubud

Perjalanan menuju Ubud tidaklah lama, karena kami terlalu excited ingin berada di Ubud segera. Ahirnya kami tiba di Junjungan Ubud. Kami sudah tidak tahan ingin berenang karena tepat dibelakang main room vila terdapat kolam renang mungil, dengan pemandangan hamparan sawah membentang luas. Untuk interior di Junjungan Ubud sendiri bergaya traditional dengan menggunakan kayu sebagai bahan utama furniture. Vila kami berada lumayan jauh dari main place nya UBUD, kurang lebih 20 menit dari Monkey Palace Ubud.

Kami sangat senang berada di Ubud, di sana kami memanfaatkan suasana tenangnya Ubud. Tak lupa mengunjungi galeri-galeri seni, salah satunya Antonio Blanco Museum, di malam hari kami mencicipi lezatnya bebek bengil Ubud yang sangat terkenal kemudian dilanjutkan dengan menonton seni tari Barong di Puri Agung Ubud.

Esok hari kami berencana mengunjungi Mount Kawi di Tampaksiring kemudian dilanjutkan ke Pasar seni tradisional Ubud / Ubud Market. Liburan tidaklah begitu menyenangkan kalau tidak ada agenda shopping di dalamnya, hahahah.

Rice field view from the top

Berikut artikel yang saya kutip dari Wikipedia Travel tentang Mount Kawi / Gunung Kawi.

Gunung Kawi (Poet Mountain), Tampaksiring (18 km northeast from Ubud). 7AM-5PM daily. Dating from the eleventh century, this is presumed to be the burial complex of King Anak Wungsu and his many wives. Reached by climbing down 371 steps, the location at the bottom of a steep valley lined with paddy fields, is quite stunning. The smaller complex on the south side of the river is presumed to have been built for the King’s wives, while the larger complex is thought to have been the residence of the King himself, and perhaps his concubines. The structures are carved into the sides of a steep river valley, and the river crossed by twisting trees and vines. You must take off your shoes before entering into the central pura complex. About 1 km downstream there are further tomb cloisters. On the way back up, take a break at Cafe Kawi which has cold drinks for Rp 10,000 and up. If you haggle for a taxi from Ubud, it should cost no more than Rp 150,000 to get there and back, with the driver waiting for you while you make the visit. Rp 15,000 including sarong and sash rental.  

 

Another side of Mount Kawi Ubud

Di pasar seni Ubud, harga yang ditawarkan pertama kali oleh pedagang sangatlah tinggi, karena mayoritas yang berbelanja di sini adalah turis asing. So jangan enggan menggunakan ilmu tawar menawar kalian di sini.

4 hari di Ubud terasa kurang dan kami saling berjanji suatu saat nanti kami akan kembali ke UBUD. Kami akan sangat rindu ketenangan Ubud di pagi hari, mendengar suara burung berkicau dan beterbangan kesana kemari di atas hamparan sawah yg membentang luas, suara angin berhembus di malam hari diiringi suara jangkrik yg bernyanyi tiada henti.

Sekarang tiba saatnya kami melanjutkan perjalanan menunu Candidasa , Karangasem. Di sana sudah menanti pantai yg sangat indah dengan ombak yg tidak terlalu besar dan pasir putih terhampar bak kristal; Pasir Putih Beach.

Henny & Borris

Five kilometres north east of Candidasa is Pasir Putih (White Sand Beach), one of East Bali’s well-kept secrets. It’s a five hundred metre long, isolated, beautiful, white sand beach fringed with coconut palms. There are a few warungs (small shops) who rent sunbeds and umbrellas. Massage ladies make it into a tourist place. (From Wikipedia Travel)

Pasir Putih Beach

Jam 6 pagi kami sudah berangkat menuju Pasir Putih beach. Di sana kami akan ber sunbathing-ria sambil menikmati pemandangan pantai yg sangat indah. Pengunjung pantai mayoritas turis asing yang hanya ingin berjemur dan berenang atau berbaring santai sambail menikmati es kelapa muda segar, hmmm sungguh luar biasa. Dan yang paling penting tidak ada pedagang yg berkeliaran menjajakan aneka aksesoris buatan penduduk lokal seperti di Kuta Beach.jadi sangat tenang untuk bersantai ria.

Sayangnya kami cuma 2 malam di Candidasa dan sebelum pulang ke Jakarta kami menginap di Kuta Bali. Esok harinya kami menuju Bali Marine and Safari Park. Malam harinya kami pergi ke Hard Rock Cafe untuk makan malam dan setelah itu kembali ke penginapan karena besok harinya kami akan kembali ke Jakarta.

We Love BALI!