Archive | June 2012

GEIRANGERFJORD – You have to be here to believe it!

Geirangerfjorden and environs,

The fjords of western Norway were entered on the World Heritage List on 14 July 2005. Their status on the List was justified by the countryside, the fjord landscape and the nature-friendliness of the area. This world Heritage area is represented by Geiranger Fjord and Naeroy Fjord and their surrounding areas. (taken from Geirangerfjord Guide 2012 – English edition)

 

This entry was posted on June 5, 2012. 2 Comments

Norwegian Railway Museum (Jembanemuseum) – Hamar

Kunjungan ke Railway Museum kali ini atas rekomendasi dari daddy nya my sayang dan juga untuk mengingat kenangan masa kecil doi, kata doi sudah lama sekali dia terakhir berkunjung ke Museum tersebut.

Norwegian Railway Museum tersebut berada di Hamar, distrik Hedmarken. Kami berangkat menuju Hamar dari Elverum dan setelah itu kami berencana pulang ke Oslo dahulu sebelum besok paginya ke Trondheim.

Di dalam Museum tidak terlalu ramai pengunjung, dan di dalamnya berisi lokomotif yang sudah berumur beserta dokumentasi dalam bentuk foto2 dan video yang diputar di dalam kereta tua.

Setelah melihat-lihat, kami keluar dari Museum dan mengunjungi taman yang tidak jauh dari Museum dan di dalam taman tersebut terdapat jalur kereta tua yang sudah tidak digunakan lagi komplit dengan stasiun pemberhentian. Meskipun hanya berisi kereta dan jalur kereta yang sudah tidak terpakai, tetapi kebersihannya tetap terjaga, bahkan sangat bersih dan tertata rapi.

Berikut foto2 yang sudah kami ambil selama mengunjungi museum tersebut.

Berikut foto-foto Danau dan Taman yang ada di seberang Railway Museum.

This entry was posted on June 4, 2012. 2 Comments

Tur til Nordhue, Skogmuseet og Glomdal – Elverum

Setelah makan pagi, kami segera bersiap-siap menuju Skogmuseet. Tour kita kali ini tanpa Nero si anjing kesayangan karena Nero tidak diperbolehkan masuk ke dalam Museum juga dan sangatlah repot apabila Nero turut serta.

The Norwegian Forest Museum has a national responsibility for presenting the history of hunting, trapping, fishing, forestry and forest industry (sumber : http://www.visitnorway.com). Di dalam museum tersebut terdapat beberapa ruang yang sudah dibagi sesuai dengan kategorinya, di lantai dasar selain meja resepsionis dan tempat pembelian tiket ada juga ruang khusus akuarium berukuran sedang yang di dalamnya terdapat sebagian koleksi ikan-ikan yang hidup di perairan Scandinavia berikut keterangan yang cukup jelas mengenai deskripsi ikan, di mana ikan itu berkembang biak, serta populasi saat ini di perairan Norway.

SKOGMUSEET

Selanjutnya kita menuju lantai satu, isinya dari mulai cara menebang pohon jaman dahulu kala yang dilengkapi alat2 yang memang digunakan pada jaman itu serta patung2 yg menggambarkan cara mereka bekerja dan juga foto2 sebagai pelengkap kegiatan penebangan pohon. Koleksinya lumayan lengkap dan terawat dengan baik jadi kita bisa membayangkan bagaimana orang pada zaman itu bekerja di hutan saat empat musim silih berganti datang.

Kemudian kita memasuki ruang yang lain yang di dalamnya berisi peralatan spesial untuk menebang pohon di hutan, dari mulai mesin penebang pohon yang kecil sampai dengan pemotong yang paling baru pada masanya, dan foto2 yang menggambarkan bagaimana cara mereka mengangkut kayu yang sudah ditebang untuk dipasarkan. Di samping runagan tersebut terdapat ruang yang lain yang isinya tentang kerajinan kayu dari jaman dahulu kala sampai jaman modern. Di ruang tersebut terdapat pisau-pisau dengan tekstur yang berbeda di ujungnya yang mereka gunakan untuk membuat kerajinan tangan. Luar biasa detail sampai saya memberikan acungan jempol untuk Museum tersebut. Sayang sekali tidak terlalu banyak gambar yang bisa saya ambil dari Museum tersebut, dikarenakan ruangan yang dibuat tidak terlalu terang mungkin maksudnya supaya pengunjung Museum ikut merasakan suasana pada zaman tersebut.

  

 

 

 

 

 

Sebelum break time untuk sekedar minum coffee di kafe yang ada di dalam Museum tersebut, kami melanjutkan mengunjungi sebuah ruang yang di dalamnya berisi tata cara berburu dan hewan apa saja yang ada di hutan Norway. Semua hewan yang ada di dalam Museum tersebut adalah hewan asli yang sudah diawetkan, biasanya hewan2 yang ada di Museum tersebut didapat dari hasil berburu ataupun hewan yang mati karena usia. Paling menarik adalah cara pengelola pihak Museum dalam menampilkan patung yang menggambarkan kegiatan perburuan rusa pada saat itu. Dan untuk lebih merasakan suasana seperti kita sedang berada di hutan, terdapat suara-suara burung-burung yang tinggal di hutan dan gemericik air yang mengalir dari sungai. Hmmmm…tak terasa sudah semua ruangan kami kunjungi. Tiba saatnya beristirahat sejenak di Kafe dan hanya menikmati secangkir kopi dan teh karena kami masih merasa cukup kenyang. Di dalam Kafe tersebut hampir semua pengunjungnya dikenal oleh orangtua dan juga si doi, mengingat Elverum tidaklah sebesar Oslo, sebagian adalah teman2 masa kecil dulu, guru ataupun dulunya tetangga tetapi sekarang sudah pindah.

on the way to GLOMDAL

Sekarang kita hendak menyusuri wilayah yang akan menghubungkan kami dengan Glomdal Museum, yaitu sebuah area yang di dalamnya terdapat rumah-rumah pada zaman dahulu, klinik, toko kelontong, sekolah, peternakan serta apotek pada masa itu. Kita akan merasa seperti sedang berada di sebuah desa kecil di zaman dahulu. Sebelum menuju Glomdal, kami harus menyeberangi jembatan tua yang disampingnya terdapat sebuah Tugu untuk mengukur tinggi air apabila air kiriman dari lelehan salju di atas gunung mencair, disertai pula foto-foto pada saat banjir besar di Elverum. Sepanjang jalan menuju Glomdal terdapat rumah-rumah tua yang di atapnya terdapat hiasan rumput alami, gw mikirnya rumah2 tersebut kenapa koq ada rumput di atasnya, ooh mungkin saat musim salju datang, si empunya rumah biasanya kan punya ternak eh mungkin ternak2 mereka makan di atas atap rumah mereka, tetapi kenyataannya tidak. Menurut doi siy itu cuma aksesoris saja atau rumas khas jaman dulu ya seperti itu.

bridge connecting Skogmuseet to Glomdal

Di kanan kiri jalan banyak lahan kosong yang apabila musim panas datang sering diadakan konser musik ataupun wedding ceremony dan camping keluarga hanya untuk sekedar menikmati makan siang dan menghirup udara segar. Saat kami berkunjung, masih Spring atau musim semi jadi lahan-lahan kosong tersebut tidak digunakan dan dibiarkan kosong.

Karena banyak orang berkerumun di depan sebuah rumah tua kami pun ikut penasaran, sebenarnya daddy nya si doi merangkap sebagai tour guide kami, karena orang tua doi interest sekali dengan Musium dan mereka sudah berpengalaman dalam hal traveling. Ternyata rumah tua tersebut boleh dilihat isi di dalamnya, wooow…kita penasaran banget apa siy isi di dalam rumah tua tersebut? ternyata di dalamnya terdapat kasur, meja makan, kursi dan meja tamu, serta dapur bereta peralatan memasak yang sangat sederhana sekali pokoknya seperti isi rumah pada umumnya yang tertata rapi. Di atas kasur tersebut terdapat kulit rusa yang sudah disamak tentunya atau dibersihkan untuk alas tidur saat musim dingin tiba. Tetapi kami tidak diperbolehkan menyentuh properti tersebut, terdapat sebuah kaca bening yang menyelimuti seluruh isi rumah tersebut.

Kemudian kami menuju sebuah bangunan tua yaitu sebuah sekolah. Sekolah tersebut berada di lantai dua, karena pada zaman dahulu, sekolah dan tempat tinggal guru adalah satu rumah. Sang Guru menempati lantai satu sekaligus sebagai rumah tinggal. Bangunan selanjutnya adalah sebuah klinik dan apotek di zaman dahulu yang di dalamnya berisi peralatan medis serta obat-obatan herbal. Ruangan demi ruangan kami telusuri, dari mulai ruang pemeriksaan dokter lengkap dengan mesin ketik dan kertas untuk menulis resep serta kasur untuk si pasien yang sakit dan alat2 operasi kecil serta foto2 yang menggambarkan pengobatan-pengobatan tradisional sebelum mereka mengenal dokter. Sedikit informasi, di Norway jumlah dokter tidaklah banyak seperti negara-negara lain. Hal itu digambarkan dari data statistik yang ada di dinding ruang dokter dan perpustakaan kecil di samping ruang operasi.

Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore dan saatnya kami pulang. Kami menuju ruang parkir dan sebelum pulang kami akan menuju Nordhue TV Tower.

Nordhue TV Tower terletak di Løten Kommune, Hedmark Fylke atau di timur Elverum. Untuk menuju tempat tersebut kami melintasi hutan-hutan pinus yang sangat lebat dan di kanan kiri jalan masih terdapat sisa-sisa salju yang masih bergumpal, yang bikin tercengang di tempat terpencil pun masih terjamah oleh teknologi yang cukup canggih, untuk memasuki area tersebut, terdapat semacam pintu tol otomatis dimana kami harus membayar terlebih dahulu, tak seorangpun penjaga yang ada di sana, tetapi kami masih bisa membayar dengan kartu kredit ataupun kartu ATM.

Tiba di puncak Nordhue, kami keluar mobil dan berjalan kaki menuju Tower TV. Sebelum keluar mobil, ortu doi sudah berpesan, gunakan jaket kalian karena angin nya kencang jadi pasti kalian akan kedinginan. Karena terletak di atas bukit, kami bisa melihat wilayah Elverum dari atas bukit, tapi sayang cuaca sedang tidak bersahabat, mendung menyelimuti langit saat itu, jadi pemandangan indah terhampar di depan mata tidaklah terlalu jelas. Tetapi kami cukup puas, karena kami sudah berdiri di atas bukit dan sejajar dengan Tower TV yang ada di Elverum.

Sampai di rumah sudah cukup sore dan kami hanya duduk santai menikmati coffee dan home made muffin kesukaan gw, kabarnya mommy nya doi sengaja bikin blueberry home made muffin untuk gw, karena sebelumnya doi uda kasih taw ke mommy kalau gw suka banget sama blueberry muffin. hmmmmmm….sedaaaapppp!!! Setelah menghabiskan coffee dan muffin, kami berniat mencari udara segar dengan mengelilingi komplek sekaligus mengajak Nero suapay dia bisa buang air serta puppy di luar rumah, kami pun bersiap-siap memasang tali di leher Nero supaya Nero ga hilang atau susah dicari. Sampai di luar rumah, doi ngajakin berjalan kaki mengunjungi sekolah dia di zaman dulu mulai dari TK sampai SMU, tapi dengan satu pertanyaan, seberapa jauh tanya gw sama si doi, doi bilang ga jauh. Tapi kan taw sendiri jauhnya kita sama jauhnya mereka kan beda banget…okelah gw turutin, ternyata memang ga jauh2 amat siy. Doi happy banget karena dia bilang dia bernostalgia mengenang masa2 jaman sekolah dulu, sampai kami mengintip isi kelas yang menurut dia isinya masih sama cuma peralatan nya aja sudah jauh lebih canggih, dan kami pun duduk di tepi danau setelah melihat-lihat isi sekolah. Sebelum berjalan pulang, tak lupa gw mengucapkan terimakasih karena sudah diikutsertakan dalam mengenang masa2 dia remaja, dan juga terimakasih karena dia sudah bercerita tentang masa saat dia duduk dibangku sekolah.

17 Mai di OSLO

Seminggu sebelum perayaan 17 Mai, di meja makan sudah tergeletak dua bendera dan dua badge dgn motif bendera Norway, doi sudah membelinya sebelum gw sampai di Oslo. Karena dia memang niat banget dan wajib merayakan Constitutional Day dan dia pastinya mengajak diriku untuk turut serta ke kota membawa bendera dan memasang badge di kemeja batik gw.

Di retail shop sudah banyak yg menjual atribut untuk perayaan 17 Mai tersebut, dari mulai bendera, badge serta terompet kecil untuk dibunyi-bunyikan, biasanya siy yg beli begituan anak2 kecil, ga ketinggalan juga bunga2 cantik  sudah mulai dipajang dan dijual di depan Statoil shop.

@ balcony

flower shop @ Statoil

 

 

 

 

 

Malam 17 Mai doi masih kerja karena kebetulan dapat shift siang jd sampai rumah bisa malem hari, dan juga besoknya akan libur panjang, sedikit sibuk yang ahirnya bangun kesiangan keesokan harinya, keluar rumah jalanan di sekitar apartemen sudah sepi, orang2 sudah berangkat dari pagi sepertinya, tiba di Metro station barulah terlihat kesibukan orang berlalu-lalang membawa bendera ditangan dan badge di Jas mereka. Kami sampai di city pas jam 11 an, di Metro sudah banyak kaum wanita dewasa dan anak kecil memakai busana kebanggaan mereka yaitu “Bunad” tak ketinggalan pula kaum pria nya mereka sebagian juga berpakaian bunad yg khusus untuk pria..suasana di dalam Metro sangat ramai dan meriah. Sempat sedih juga siy sepertinya di Negeri ku tercinta keadaannya tdk seperti di sini, di sini Nasionalsime mereka sangatlah tinggi, semua berjalan tumpah ruah di jalanan untuk melihat karnaval dan melihat Sang Raja Harald V dan Ratu Sonja melambaikan  tangan di Royal Palace.

The Royal Guard Norwegian Constitution Day Parade

Saat kami tiba di Karl John Street, iring-iringan karnaval dari anak2 kecil sampai orang dewasa sudah dimulai, suasana begitu hiruk pikuk dengan bunyi2an dari marching band yg ga kalah serunya, sepertinya semua orang kumpul jadi satu di City sampai kami kesusahan berjalan kaki.Setelah susah payah berjalan kaki, ahirnya kami tiba juga di taman sebelah Royal Palace, buat istirahat karena lumayan capek, duduk santai dan makan ice cream yg muahall banget. si penjual ice cream aji mumpung niy, untung doi yang bayar jd gw ga nyesel2 amat, hehehe…

carnaval

Going straight to The Royal Palace

Dress code “BUNAD”

Sepulang dari taman, kami berjalan santai karena jalanan sudah mulai kosong orang2 sudah menepi duduk santai di kafe untuk bersosialisasi sekaligus merayakan dengan teman2 atau family sambil minum coffee atau minum bir karena memang identik seperti itu, sementara banyak anak2 SMU yang sudah merayakan hari kelulusan dengan seragam mereka berjoget joget di atas truck besar diiringi lagu2 dentuman keras, sepanjang jalan semua orang tersenyum dan mengucapkan selamat. Kami tidaklah lama di City karena kami mempunyai acara keesokan harinya, yaitu berkemas untuk pergi mengunjungi orangtua my sayang.

17 Mai is time to celebrate Norwegian Constitution Day, celebration across the country! Hurra..!!

This entry was posted on June 2, 2012. 2 Comments

Lovely days in ELVERUM

Sehari setelah perayaan Constitutional Day 17th May 2012, kami sudah mempersiapkan bawaan dan bekal ke Elverum.

Elverum adalah sebuah kota kecil dan municipility di Hedmark county dan masih dalam region Østerdalen. Disanalah tempat tinggal orangtua sayangku. Kami berencana mengunjungi mereka selama 4 hari karena kebetulan doi dapat cuti 1 minggu. Sebelumnya nervous juga mau ketemu orangtua doi, karena first time meet in real dan cemas diriku tdk sesuai dengan imaginasi ortu doi, ciee lebay deh…tapi doi selalu menguatkan diriku kalau mereka tuh biasa aja ga usah cemas ataupun nervous. Oleh2 dari JKT tentunya sdh dimasukin ke dalam tas dan sudah dipacking rapi di mobil, tak lupa kami membawa baju hangat, karena menurut doi disana masih dingin jd takut gw freezing gt.

Sebelum ke Elverum, kami berniat mengunjungi Sweden tepatnya perbatasan Sweden bukan yg jauh2. Kita akan berbelanja kebutuhan sehari-hari karena di Sweden harga jauh lebih murah dibandingkan dengan harga2 yg ada di Norway. Paling terkenal orang2 ke sana untuk membeli minuman keras dan juga wine serta daging apa saja. Jam 12 siang kita sudah sampai di Storgatan-CHARLOTTENBERG. Dan berbelanja pun dimulai, karena doi disiplin waktu jadi kami ga lama2 di sana, harus gerak cepat, walaupun sebelumnya gw ngambek karena doi lebih memilih ngobrol sm org2 yg dia kenal yg scara ga sengaja ketemu di Storgatan,sedangkan orang2 yg doi temuin lebih dari 3,ngobrolnya lama lg..gw jd kesel,giliran gw masuk ke fashion store doi bete..yauda gw utarain aja kekesalan gw sm dia,gw kasih taw doi ga semua orang yg sedang berbelanja di situ punya waktu banyak buat ngobrol, mereka kesini tuh buat belanja 🙂 ahirnya kita berpelukan saling minta maaf, hehehe..jd kita membiasakan kalau ada rasa tdk suka antara kita berdua langsung diungkapkan supaya ga menumpuk dan ahirnya tak terselesaikan. Hal pertama yg dibeli adalah coklat Marabou dan bergbagai macam merk coklat, misal Freia dan Milka. Dan salah satu temen doi ada yg nitip SNUSS, kalau di Oslo kn mahal, di sini harga snuss jauh lebih murah.

Setelah selesai berbelanja, kita langsung meluncur ke Elverum. Dan sampai di sana, mommy nya doi sudah menyiapkan special dinner, elkmeats!!! baked potatoes dan sauce cloudberry, hmmm yummiii sangat!!! Cloudberry nya benar2 dipetik langsung dari hutan tidak jauh dari rumah mereka, dan dimasak serta dibuat home made cloudberry jam serta sauce. Mommy nya bilang cloudberry baru tumbuh banyak saat masuk bulan July dan Agustus. jadi aktivitas memetik cloudberry akan sgt intens saat masuk bulan2 tersebut.

NERO

pelataran rumah

sun bathing garden

 

 

 

 

 

 

 

  barbeque chairs

 

my favorite spot

two gardens become one without fences

 

 

 

 

 

 

 

 

Setelah dinner, kami duduk di winter garden, tempat santai di belakang rumah. Dinamai winter garden karena memang saat winter ruang tersebut jadi hangat karena pemanas dan juga tempat meletakkan Christams tree. Mereka sangat antusias sekali dengan cerita mereka masing2 apalagi Daddy nya doi seorang militer, dia banyak sekali nunjukin foto2 serta piagam2 yg sudah didapat selama dia mengabdi sampai kita melihat-lihat ruang kerja si daddy, dan Nero – anjing kesayangan mereka ikut serta dalam acara “house touring” waahhh seneng banget rasanya, apalagi Nero cepet akrab dan narik2 celana jeans gw ngajakin main2. Tak terasa sudah larut malam, tiba saatnya kami beristirahat.

Oh ya, karena memang sudah menjadi budaya mereka, meskipun dengan orang tua doi ga pake embel2 kalau manggil ortu nya, langsung panggil nama, pertama kali gw shock lah dengernya, dlm hati kurang ajar banget niy anak, ortu sendiri dipanggil namanya bukan mama or ibu atau papa or daddy 🙂 tapi mereka biasa aja ga ada rasa sakit hati atau apalah, dan sudah menerapkan kebebasan berpendapat jadi ga heran ditengah2 pembicaraan sering salah satu ga setuju trus langsung ngejeplak ngomong kalau omongan lo kurang tepat seharusnya begini or begitu..tapi kami sangat menikmati cerita demi cerita.

“Good morning all!!!” suara tersebut terdengar dari ruang basement, memanggil kami untuk segera menikmati breakfast. Pagi itu, kami disuguhi egg omelette dan roti gandum serta segelas susu segar dan blackberry juice. serta strawberry jam yg rasanya benar2 kecut banget, tapi fresh karena home made. Ga heran mereka meskipun sudah berusia kepala 5 tapi masih seperti usia 40 tahun!!! selalu menyantap makanan fresh dan home made 🙂

Nero, si anjing kesayangan pun sudah bangun, dia sudah duduk manis menikmati semangkuk susu segar dan biskuit khusus anjing…

Hari ini kami akan mengunjungi Norwegian Forest Museum atau Skogmuseet dan Glomdal Museum. Cerita mengenai kedua museum tersebut akan diposting di halaman berikutnya.

Have a nice saturday!!!

This entry was posted on June 2, 2012. 2 Comments

Mengunjungi TRONDHEIM

Tanggal 23 Mei kami berangkat menuju Trondheim untuk mengunjungi grandfather, kami berangkat jam 9 pagi dari Oslo mengingat perjalanan akan menempuh kurang lebih 7 jam melalui darat, kebetulan kami mengendari mobil dengan bantuan Peta dan Tomtom si GPS, tentunya dengan beberapa kali istirahat untuk sekedar menghilangkan penat, makan siang dari bekal yg kami bawa dari rumah, salah satunya adalah Ananas cake made in gw, dan diskusi jalan mana yg akan ditempuh serta mencari informasi tentang lalu lintas menuju sana.Dari rumah sudah sepakat untuk masalah bekal makanan kami bawa semua dari rumah tidak ada acara makan di restaurant atau Statoil, karena membeli makan di luar sangatlah mahal kecuali refill coffee di Statoil yg berulang-ulang karena FREE!!!

menuju Trondheim

Pukul 17.30 kami sudah sampai di Trondheim, ahirnya sampai juga di apartemen mellomia, Grandfather sudah menunggu di pintu masuk, dan kami pun istirahat sejenak setelah saling menyapa, karena ini pertama kalinya bagi gw face to face in real dengan grandfather nya si doi, dan ga nyangka sama sekali apartemen beliau rapiiiii banget, kalah rapi sama apartemen si doi, maaf ya sayang..tp ini kenyataan 🙂 padahal beliau sudah 87thn dan semua dikerjakan sendiri tanpa bantuan siapa pun, meskipun dari yayasan ada anak2 muda yg bisa bantuin rapi2 rumah beliau tapi beliau selalu menolak, alasannya dia mau kerjain sendiri karena dia harus gerak dan ga mau diam saja duduk di depan TV.

View of Mellomia Apartment – Trondheim in evening

Setelah istirahat, kami keluar sebentar untuk sekedar sightseeing ke daerah Trondheim Torg dan tentunya dengan jalan kaki, mobil kami parkir sedikit lebih jauh dari lokasi Torg, dengan pertimbangan mencari parkiran gratis karena parking charge di sini sangatlah mahalllll, so kami memang sudah terbiasa kmana2 jalan kaki jd no problemo, grandfather pun ikut serta dalam acara evening sightseeing. Di sini tidaklah seramai Oslo, asik juga siy untuk holiday saat weekend, tapi lebih sepi lagi daerah tempat tinggal orang tua doi di Elverum, kalau sudah sore sepi banget apalagi sunday morning, sangatlah senyap.

Trondheim Torg

Jam 9.30 pm kami sudah tiba di apartemen kembali, duduk santai di balcony sambil ngemil cheese cracker dan ngobrol macem2, grandfather dulunya seorang jurnalis banyak tulisan beliau yang sudah di publikasikan dan juga tak lupa beliau menunjukkan foto2 masa muda dulu dan sebagian koleksi foto si doi saat masih kecil dan saat grandmother masih hidup. Beliau semangat sekali menceritakan foto2 yang tergantung di dinding dan semua koleksi barang2 antik yg sudah dikoleksi dari jaman beliau masih sering bertugas sbg jurnalis. Salut untuk grandfather, meskipun sudah usia lanjut tapi masih semangat menulis buku, saat ini beliau sudah menyelesaikan buku biografi untuk koleksi pribadi dan konsumsi anak serta cucu2 nya.

Tanggal 24 Mei jam 10 pagi kami akan mengunjungi Nidaros Catedral, sebelumnya kami berjalan kaki setelah santap pagi terlebih dahulu di apartemen, dan karena sepanjang jalan menuju Nidaros terdapat salah satu toko ikan cukup terkenal, maka kami sempatkan mampir sejanak melihat-lihat dan membeli kue ikan salmon yg rasanya sangat luar biasa enak, makan dalam keadaan hangat pula, hmmmm…nikmat banget!!! Dan kami melewati taman yang banyak bunga tulip dan bunga lainnya sudah bermekaran indah, sun shine dan bunga warna warni menjadi salah satu pemandangan yang tidak membosankan.

A park nearby apartment

 

view nearby apartment mellomia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jam 11 siang kami sudah sampai di NIDAROS, salah satu gereja katolik paling terkenal di Trondheim.Nidaros sangatlah unik dan megah, kami tidak diperbolehkan berfoto atau merekam dan mengambil gambar di dalam area katedral, karena tempat tersebut sangatlah sakral untuk umat katolik, jadi kami memang tidak mengambil gambar satupun di dalam Nidaros.Di dalam gereja tersebut kami menulis wishing list di secarik kertas dan dimasukan ke dalam pot yang katanya akan dibawa ke Altar untuk di doakan, hmmm gw menulis secuil harapan “i want to go back to here and Norway too” hehehe..ngarep niy ceritanya, dan doi pun menuliskan harapan nya, dia ingin punya apartemen yg lebih luas katanya..Who knows??? semoga impian kami terkabul. Setelah itu, kami keluar gereja dan berjalan keliling area gereja, di belakangnya terdapat taman dan kafetaria kecil, karena Grandfather lelah dan haus, ahirnya kami istirahat sejenak dan Trondheim sudah summer saat itu, sekitar 23 degree celcius sehingga di taman tersebut banyak sekali muda mudi berjemur dengan pakaian yang sangat minim, wooooww,,,Grandfather jd seger niy, hehehe…trus kami berjalan melewati makam2 kuno yg sudah sangat tua umurnya di samping Nidaros, makam2 tersebut sangat terawat sehingga jauh dari kesan angker dan kotor. Finally, tak lupa kita mampir ke Souvenir Shop yg akan menutup perjalanan kita ke Nidaros. Souvenir shop tersebut terdapat di samping kanan setelah pintu masuk ke gerejanya. Harga2 souvenir di situ sedikit lebih mahal tapi apa salahnya membeli satu saja souvenir untuk dibawa pulang sebagai memory.

Main entrance at Nidaros

another side of Nidaros

 

 

 

 

 

 

sol sol sol…sun shine!

Sore hari kami mengunjungi makam Grandmother di Moholt-Trondheim, lumayan jauh dari Mellomia sebelumnya kami mampir di Plantstajion untuk membeli bunga dan gw diberi kehormatan untuk memilih bunga mana yg akan dibeli, bunga tersebut akan diletakkan di atas makam Grandmother. Setelah itu kami pergi makan malam di EGON di Thyholt Tower, tempatnya standar lah dengan Restaurant EGON pada umumnya hanya saja lokasi restaurant ada di lantai tertinggi di menara tersebut, dan lantainya berputar sangat pelan disertai kaca transparan dan pengaman dinding supaya tidak berbahaya untuk anak kecil, dan kaca transparan supaya pengunjung restaurant bisa menikmati pemandangan kota Trondheim dari atas dengan skala kecil, tetapi makanan yg kami pesan lumayan lama datangnya, sekitar 30 menit baru siap di meja kami, kami memesan ikan cod mix dengan salmon dengan bumbu khas EGON yang porsinya besar jd ga makan pake nasi juga sudah sangat kenyang, hehehe..Untuk harga masih dalam kategori wajar untuk ukuran makan di restaurant.

Setelah santap malam, kami menuju wilayah sekitar Torg untuk sekedar jalan2 karena kami membiasakan setelah makan, lebih baik jalan santai daripada pulang ke apartemen dan tidur, malam itu toko2 sudah tutup begitu juga Trondheim Torg, di sini jam 6 sore toko2 sudah tutup semua, kalau Trondheim Torg kurang taw tutup jam berapa, mungkin jam 8 karena kami memang tidak berminat ke shopping centre.

Jam 9 malam kami sudah di apartemen kembali dan sudah mulai berkemas karena besoknya kami harus meninggalkan Trondheim dan menuju Geiranger jam 9 pagi. Hmmm tibalah perpisahan dengan Grandfather, say thank you karena sudah dijamu luar biasa dan sudah ditraktir dinner pula, hehe..kami sepakat bertemu kembali di Christmas mendatang, semoga kami memang bisa bertemu kembali.

This entry was posted on June 2, 2012. 2 Comments