Tukang insinyur dan tukang sayur

Nama tukang insinyur mengingatkan gw pada film si doel anak sekolah (bang doel yang tukang insinyur). Jadilah gw mau membahas sedikit pekerjaan gw selama ini.

Setelah memakan bangku kuliah 5 tahun lebih enam bulan akhirnya dikantonginlah ijazah insinyur. Bergelut sebagai pengangguran selama kurang lebih satu tahun, sangat menjemukkan tentunya. Gw bukan orang yang pinter atau cerdas dengan IPK kumlot atau lebih dari kepala 3. Jangan-jangan gw lulus kuliah dengan nilai dan pengetahuan yang pas-pas an..hahahaha…kalau ini yang tahu cuman Tuhan Yang Maha Kuasa. Makanya mungkin juga gw kurang beruntung dapat kerjaan cepat, boro-boro posisi penting dalam sebuah perusahaan dengan embel2 junior engineer. wkwkwkwk….

Tapi akhirnya dapat juga lah pekerjaan yang meskipun gak nyambung sama background gw, dengan gaji yang ga gede juga. Untung masih dapat kerjaan dan cukup untuk membayar kos-kos an, dan dikasih selamet kalau backpacker. Nikmatnya hidup di Indonesia masih ada untung dan selamet. 🙂

Pekerjaan gw dulu sebagai asisten administrasi kantor di sebuah perusahaan swasta. Dulunya dapet pekerjaan ini karena network. Pertama kali ngelamar junior engineer di salah satu perusahaan internasional yang cukup terkenal tetapi karena gw kurang sedikit memenuhi kriteria dan kalah bersaing padahal uda melalui tahap terakhir interview (kali ini untung tidak menyertai saya) jadilah saya tidak diterima. Sedih dan kecewa tentunya tapi apa mau dikata. Seminggu setelah dikabari kalau gw tidak diterima, si GM (general manager) email gw kalau ada salah satu kawan baiknya yang membutuhkan karyawan baru untuk memegang dokumentasi pembelian barang impor dan ada kaitannya sedikit dengan pengetahuan teknik. Singkat cerita, gw kirim lah lamaran dan dengan cepat dipanggil interview. Kali ini untung menyertai saya. Di terimalah gw sebagai karyawan baru. Gw ga mikir panjang-panjang, terima aja rejeki depan mata. Emangnye gw siape milih-milih kerjaan, anak gubernur juga bukan. Hahahahah…

Setelah berkecimpung selama kurang lebih 5 tahun di bidang administrasi pembelian barang  impor, kejemuan mulai melanda apalagi ditambah dengan kasus kekecewaan dalam dunia percintaan. Kalau tentang kekecewaan gak usah diceritakan lah, panjaaaaanggg dan males untuk mengingat masa pahit, jiaaahhhhhh lebay lo malih!

Akhirnya gw berkenalan dengan salah satu lelaki dari Norwegia yang sekarang sudah menjadi suami. Setelah melalui masa satu tahun dengan penyesuaian dunia baru, susah banget cyinnn bahasa norwegia…gw ikut dalam kursus singkat tentang bekerja di bidang customer service (lebih tepatnya service). Kursus ini diperuntukkan bagi mereka yang ingin memulai bekerja di bidang penjualan dan pelayanan pelanggan. Salah satu syaratnya harus sudah lulus ujian bahasa norwegia kelas B1 (setara dengan kelas intermediete mungkin kalau dalam kursus bahasa inggris). Waktu itu gw belom lulus, baru mau ngambil ujian. Setelah melalui beberapa jam kelas bimbingan dan nasehat wali kelas, gw diperbolehkan mengambil kursus tersebut dengan catatan gw harus tetap belajar gramatik, rajin membaca surat kabar dan menonton televisi yang berkaitan dengan berita terkini supaya gw bisa lulus. Bayangin waktu itu gw memegang 2 materi ujian. Ujian bahasa dan ujian kursus yang satunya. Dengan tekad yang bulat dan kegigihan, luluslah gw di dua kursus tersebut. Kali ini lulusnya beneran dengan nilai yang bagus. Uhuyyyyy.

22 desember 2013 menginjakklah gw di tanah Norwegia dan resmi tinggal menetap. Januari 2014 masuklah gw ke kursus bahasa norwegia dan di bulan desember di tahun yang sama, gw sudah berhasil mengambil ujian B1 dengan nilai yang tidak mengecewakan. Januari 2015 masuklah gw ke kursus penjualan dan pelayanan pelanggan selama tiga bulan. Di bulan kedua kami diberikan gambaran kira-kira akan magang di mana. Kesempatan magang ditujukan supaya kita melatih keahlian dan kemahiran bahasa norwegia kita yang sudah diperoleh selama kita duduk di bangku kursus. Kebetulan gw sudah mendapat tempat untuk magang. Sebuah supermarket yang cukup besar dan berkantor di Swedia. Dengan modal kepercayaan diri yang luar biasa, gw bisa ketemu dan ngobrol sedikit dengan asisten manager supermarket. Dia sedikit skeptis dengan imigran pada awalnya, sampai gw di tes ngobrol bahasa norwegia dan dengan pertanyaan standar kenapa kamu mau magang di sini. Dengan mengeluarkan seluruh jurus kemampuan, akhirnya gw diterima magang di supermarket tersebut. Waktu itu yang menggaji ya pemerintah dan sebenarnya supermarket ini beruntung karena tidak mengeluarkan sepeser recehan kroner pun tetapi mendapatkan satu karyawan gratis yang bisa bekerja dari hari senin s/d jumat dari jam 07-15.

Dengan program seperti ini, ada positif dan negatifnya. Positifnya, para imigran diberikan kesempatan untuk mendapatkan pengalaman bekerja yang reel di Norwegia. Dan negatifnya banyak sekali imigran yang terjerat dalam kerja gratis selama 3 bulan dan setelah proses magang selesai, keluar tanpa mendapatkan pekerjaan. Karena perusahaan bisa dengan gampangnya menerima para pekerja magang kapanpun mereka mau.

Beruntungnya gw mendapatkan tawaran ekstra pekerjaan di luar jam magang. Misalnya bekerja di hari sabtu dengan gaji yang sesuai atau standar gaji per jam di Norwegia tentunya dengan kontrak pekerjaan yang jelas. Asisten manager di supermarket tempat gw magang untungnya baik sekali. Mbak aseli norwegia dengan bahasa dialek yang sangat spesial sampai gw kalau ngobrol sama dia, gw nya yang oon minta diulang karena kurang paham dengan dialek dia. Untungnya dia sabar sekali, dan menawarkan gw putus kontrak magang dengan program pemerintah Norwegia dan bekerja sampingan di supermarket tersebut. Waktu itu gw dapat hari kerja 3 kali dalam seminggu. Karena masih pemula, gw hanya mendapatkan jam kerja yang tidak terlalu menarik untuk karyawan tetap. Misalnya gw harus kerja dari jam 16 sampai dengan jam 22 (jam supermarket tutup) atau jam pagi sekali saat supermarket mulai buka yaitu mulai bekerja jam 06-14. Bekerja di pagi hari di musim dingin sangatlah tidak menyenagkan saudara-saudara. Gelap dan dingin!!!! Tapi apa mau dikata si pemula gak boleh nyinyir milih-milih, sekali lagi siape elooooo anak gubernur juga bukan, hahahah.

Tiga bulan bekerja sampingan minimal 4 hari dalam seminggu, lumayanlah untuk urusan dapur ngebul, punya uang saku sendiri, bisa beli-beli yang dimau tanpa meminta suami dan mulai ngimpi pingin liburan kesana kemari. Khayalannya ketinggian mbakkkkk…ati-ati jatohhh. Enam bulan berlalu dengan cepat dan mulai mendapat selentingan kalau supermarket tempat gw bekerja mau di beli atau diambil alih salah satu raksasa dunia persupermarketan di Norwegia. Tuhhh kan apa gw kata si emabk udah ngayal tinggi mau melihat dunia alias ngimpi jalan-jalan. Udah mulai beredar juga kabar di televisi dan media massa. Banyak karyawan tetap yang sudah bekerja cukup lama di situ tentunya merasa kecewa, mau di bawa kemana nasib mereka apalagi dengar-dengar para karyawan tetap harus mencari pekerjaan baru dengan diberikan prioritas utama untuk masuk ke jenjang interview apabila melamar di perusahaan lain. Banyak yang kehilangan motivasi bekerja setelah mendapatkan berita resmi dari jajaran managemen. Beruntungnya gw jadi mendapat jam ekstra kerja dari yang cuma bekerja 3 hari dalam seminggu sekarang bisa kerja dari hari senin s/d jumat karena banyak karyawan yang tidak masuk kerja karena alasan sakit. Asisten manajer mulai bertanya sama gw apakah gw sudah mulai mencari pekerjaan baru dana kalau belum harus cepat-cepat cari dan dia berjanji akan memberikan referansi terbaik apabila gw diberi kesempatan interview di perusahaan manapun. Perlu diingat di Norwegia, referansi dari tempat kita pernah bekerja (perusahaan di Norwegia) sangatlah membantu untuk kita diterima di tempat kerja baru. Dengan kepercayaan yang kurang begitu tinggi kali ini, meskipun suami tetap mendukung untuk gw melamar pekerjaan di sebuah supermarket grosir salah satu raksasa supermarket di Norwegia. Waktu itu ada lowongan 20% kerja sampingan atau bukan pekerja tetap yang hanya akan bekerja 2 hari saja dalam seminggu. Melamarlah gw dengan semampunya maksudnya dengan kemampuan menulis lamaran dalam bahasa norwegia (kali ini suami tidak membantu membetulkan apabila ada kesalahan gramatik, tujuannya supaya si perusahaan mengetahui kemampuan gw sebenarnya dengan masa tinggal yang belum cukup lama di Norwegia, jadi wajar saja kalau ada kesalahan gramatik dalam penulisan). Satu minggu kemudian, gw ditelefon oleh asisten manager di supermarket yang gw lamar. Ada panggilan interview minggu depan cerita gw ke suami. Tuh kan kata suami, coba waktu itu kamu ga mencoba melamar, ga bakal deh ada panggilan interview. Nasihatnya gw tuh harus percaya diri dan yakin kalau gw akan dapat pekerjaan baru.

Gw mulai bekerja di tempat baru (Supermarket B -sebut saja) dua kali dalam seminggu, dan tiga hari di tempat kerja yang lama (Supermarket A). Waktu itu sibuk banget karena kadang-kadang jadwal kerja bentrok dan si penyusun jadwal kerja di supermarket A rada reseh niy gak mau mindahin jadwal kerja gw yang bentrok dengan alasan gw gak boleh egois mentang-mentang sudah dapat pekerjaan baru. Akhirnya setelah selesai bekerja di supermarket B, gw lanjut kerja di supermarket A. Ampuunnnnn dije kalau gw bisa menjerit, capeknya. Untungnya ga berlangsung lama kesedihan hati ini dan keletihan raga ini. Selesailah kontrak kerja gw di supermarket A. Wasalam supermarket akhirnya ditutup dan diambil alih manajemennya.

Gw bebas bekerja di supermarket B. Yipieeeeeee…Sedih juga siy berpisah dengan teman-teman di supermarket A, tapi masa depan gw masih panjang dan cemerlang (semoga yah…hahahaha). Di awal musim gugur tahun 2015, gw mendapatkan kontrak kerja tetap di supermarket B. Penasaran dengan pekerjaan gw sebenarnya apa?

Gw bekerja sebagai kasir di sebuah supermarket grosir ternama di Norwegia. Bekerja sebagai kasir pun harus minimal mempunyai pengetahuan tentang barang yang dijual. Untuk urusan pertanyaan dan keluhan pelanggan, kami mempunyai bagian tersendiri yaitu customer service. Mungkin banyak yang bertanya, apa sih kebanggaannya bekerja di supermarket? Bukannya itu pekerjaan rendahan yang gajinya pas-pas an. Jangan salah sangka dulu, bekerja di supermarket di Norwegia mendapatkan gaji yang tidak rendah, dan dibutuhkan kemampuan berbahasa norwegia yang lumayan bagus (untuk imigran). Jangan dibayangkan seperti bekerja di supermarket di Indonesia. Di sini pekerja tetap di sebuah supermarket pun mendapatkan hak-hak dan kewajiban yang sama dengan mereka yang bekerja di perkantoran. Kami yang bekerja di bagian kasir atau di bagian gudang dipandang sama sejajar dengan mereka yang bekerja di bidang manajemen di tempat kami bekerja. Sebagai pekerja supermarket, gw merasa bangga apabila gw bisa memberikan alternatif produk yang pelanggan butuhkan tanpa harus membuang waktu untuk berkeliling sendiri mencari barang yang dibutuhkan.

Selama kurang lebih satu tahun bekerja di bagian service, gw dipanggil untuk review hasil kerja dan ditawarkan untuk melamar posisi yang sedang dibutuhkan di supermarket tempat gw bekerja. Sebagai formalitas di suruhlah gw membuat lamaran untuk dipanggil interview. Di lingkungan kerja Norwegia, biasanya kalau ada lowongan pihak intern dulu lah yang diberi kesempatan untuk melamar posisi yang dibutuhkan, kalau tidak ketemu calon yang pas, barulah pihak perusahaan akan menayangkan iklan lowongan di internet ataupun koran. Tidak heran banyak yang bilang sebuah pekerjaan di norwegia didapatkan dari network. Merasa tidak yakin pada awalnya apakah gw bisa menjadi calon yang pas, dan kurang begitu menguasai bidang pemasaran buah dan sayuran akhirnya gw terima tantangan untuk lebih maju yaitu menjadi penaggung jawab pemesanan dan pemasaran buah-buah an dan sayuran di supermarket tempat gw bekerja. Di bagian buah dan sayuran, hanya gw lah yang bekerja dari mulai pemesanan, mengisi rak-rak buah dan sayuran, mengecek kualitas buah dan sayuran, dan memantau hasil/omset harian, mingguan dan bulanan yang akan dilaporkan hasilnya ke manager supermarket dan selanjutnya akan ditindak lanjuti ke bagian manajemen kantor. Gw mulai mendapatkan kursus singkat pengetahuan tentang buah dan sayuran serta diikutsertakan apabila kami ada peretemuan mingguan tentang pemasaran produk dan bertemu dengan para supplier di bidang buah dan sayuran. Hal ini sangat menarik dan menjadi tantangan baru serta menambah network. Satu hal lagi yang sangat penting, gw betah dan menikmati pekerjaan gw sebagai tukang sayur dan buah.

 

This entry was posted on January 15, 2017. 2 Comments

Tradisi natal di Norwegia

Tak terasa kita sudah mendekati akhir tahun. Bulan desember biasa disemarakkan oleh udara yang dingin, waktu siang yang lebih pendek dari malam hari, angin yang dingin, salju tebal, jalanan licin dsb. Tetapi tidak berarti bulan desember menjadi bulan yang kelam, justru di Norwegia bulan Desember menjadi bulan yang ditunggu-tunggu baik oleh anak-anak maupun orang dewasa. Apalagi kalau bukan semarak suasana natal. Bau harum kue-kue khas natal yang sebagian terbuat dari kayu manis tercium di mana-mana. Lampu-lampu hias yang ikut menerangi hari-hari yang gelap sudah mulai dipasang.

img_3666

Suasana jalanan menjelang natal – Oslo

Aktivitas di bulan Desember

Pasar natal

Pasar natal mungkin sudah tidak asing lagi. Tetapi pasar natal tradisional terbuka yang hanya ada di perkebunan mungkin lain ceritanya. Tidak semua perkebunan membuka open house untuk umum. Tahun ini kebetulan gw dan temen pergi ke salah satu perkebunan yang bernama Bogstadgård di Oslo. Di sana dijual makanan natal khas Norwegia. Bubur nasi hangat (risgrøt) dengan bubuk kayu manis dan margarin, sosis (kalau yang ini makanan sepanjang masa sebenarnya), waffel dengan selai strawbery, riskrem (di sajikan dingin) dengan saus raspberry dan almond, home made roti gandum yang di bakar dengan tungku terbuat dari batu dan kue-kue kecil khas natal. Sambil melihat-lihat hasil rajutan ( sarung tangan, kaos kaki, syal yang terbuat dari wol) lengkap rasanya sambil menikmati gløgg hangat dan sepotong roti di tengah dinginnya udara perkebunan. Bagi anak-anak kecil tersedia juga aktivitas menarik di antaranya membuat kado natal bersama, melihat domba di kandangnya, keluarga kecil kelinci dan babi yang baru saja melahirkan anak.

img_3636

Pasar natal

 

Julebord/pesta natal

Pesta natal ini menjadi agenda khas (bisa dikatakan wajib). Hampir semua perusahaan mengadakan pesta natal untuk para karyawannya. Tidak segan-segan biasanya beberapa perusahaan besar mengadakan pesta di hotel berbintang dengan penginapan gratis. Ada juga yang mengadakan pesta di restaurant dengan makan malam yang menyajikan 3 menu khas natal.

Pesta natal ini diadakan dengan tujuan menyatukan seluruh karyawan, saling mengenal lebih dekat antar karyawan, berbagi kebahagiaan dan mengucapkan terimakasih atas kerjasamanya di dalam team work. Sepertinya terdengar lebih mirip pesta akhir tahun.

Biasanya juga beberapa perusahaan mengadakan makan siang natal bersama di kantin  perusahaan. Di tempat kerja gw, julelunsj atau makan siang natal dibagi menjadi dua grup. Grup pertama lebih di utamakan untuk para pensiun beserta beberapa karyawan yang masuk kerja jam 06 pagi untuk mengikuti makan siang periode pertama. Grup kedua lebih didominasi mereka yang masih muda-muda dan yang masuk kerja jam 07. Makan siang berlangsung selama 1 jam, dimulai dari jam 10:30 sampai dengan jam 13:00.

Menghias rumah

Tahun ini kami lebih punya banyak waktu untuk menghias rumah. Setelah tahun kemarin kita disibukkan oleh acara pindahan, serah terima apartemen lama dan baru,  selebihnya beres-beres, ga ada kepikiran menghias atau menata rumah. Tahun ini menjadi momentum yang tepat. Lebih tepatnya gw kali yah yang lebih semangat membeli dekorasi dan menata rumah. Kebetulan juga jam kerja gw yang stabil dari jam 08-16 tidak seperti tahun kemarin yang kebagian jam kerja shift 10:30-18:30.

Konsep interior apartemen baru lebih cenderung ke nordic style/Skandinavia, tetapi untuk urusan dekorasi natal gw cenderung memadukan tradisional dan modern. Dengan alasan suami ingin bernostalgia dengan masa kecil, dan kebetulan kita juga tidak ada alergi sama sekali dengan daun-daun an, maka kita memilih membeli pohon natal asli (edel grann). Membeli pohon natal asli ada positif dan negatif nya. Negatifnya kita harus rajin memberi air dan membersihkan daun-daun yang jatuh ke lantai. Makanya banyak yang memilih membeli pohon natal plastik demi kepraktisan dan alasan ekonomis. Untuk pohon natal edel grann harganya bisa mencapai 750kr dan setelah tahun baru dibuang, sedangkan pohon natal plastik dibanderol mulai dari 300kr sampai ribuan kroner berdasarkan kualitas dan ukuran tentunya. Kebetulan kita membeli pohon natal saat toko bunga langganan sedang mengadakan diskon untuk pohon natal. Segi positif membeli pohon natal asli adalah kita berasa ada di dalam hutan saat kita baru saja masuk ke dalam rumah. Apalagi ditambah bau harum lilin beraroma kue apel yang baru saja diangkat dari oven. Hmmmmmmm…..serasa ingin duduk di sofa sambil minum teh hangat saat udara di luar dingin mencekam.

img_3766

Suasana natal di rumah mertua

img_0412

Pohon natal kami

Shopping dan aktivitas sosial

Natal adalah sebuah tradisi bagi sebagian besar penduduk norwegia, meskipun masih ada juga beberapa yang merayakan natal dengan pergi ke gereja dan aktivitas religius lainnya. Sering sekali di televisi ditayangkan keluarga imigran muslim juga ikut merayakan tradisional natal dimana tidak ada berkaitan sama sekali dengan perayaan secara religius.

Toko-toko dan shopping center sudah mencuri start sejak akhir bulan November dengan di luncurkan nya black friday yang jatuh di hari Jumat terakhir di akhir bulan November. Shopping online juga menawarkan bebas biaya kirim dan dijamin barang yang dibeli akan sampai sebelum tanggal 24 Desember. Mereka berlomba-lomba meraup sebanyak mungkin omset baik dari penjualan makanan, alat-alat olahraga, dekorasi natal, dan kado natal. Strategi pemasaran judulnya. Seperti yang sudah kita ketahui orang Norwegia menghabiskan kira-kira 11000 kr per keluarga dengan 2 orang anak kecil. Banyak sekali yang terjerat dalam press shopping atau boom shopping di bulan menjelang natal yang berujung membengkaknya tagihan kartu kredit atau terkurasnya tabungan yang berakhir dengan masalah pembayaran. Di samping itu bulan Desember adalah bulan yang ditunggu-tunggu karena kita hanya dikenakan membayar pajak penghasilan setengah dari bulan-bulan biasanya. Hal ini bertujuan supaya kita mempunyai dana ekstra untuk saling berbagi dengan orang-orang terdekat.

Beberapa institusi atau organisasi sosial membuka pintunya lebar-lebar bagi mereka yang ingin memberikan bingkisan natal, makanan atau baju hangat untuk dibagikan kepada orang-orang yang kurang beruntung. Seperti tahun-tahun sebelumnya di tempat kerja gw, kami mengumpulkan baju-baju yang masih pantas di pakai terutama baju hangat dari mulai untuk anak-anak kecil (mereka ini yang dikategorikan lebih sering berganti baju hangat dikarenakan pertumbuhan anak yang cepat), barang-barang peralatan rumah tangga yg tidak dipakai karena faktor lupa. Hal ini terdengar aneh, tetapi kenyataannya banyak sekali orang Norwegia yang menyimpan barang-barang yang masih baru masih dalam kemasan rapih dan terkadang masih tercantum harganya juga tergeletak di gudang. Biasanya mungkin hasil pemberian /kado natal atau kado ulang tahun yang terlupakan. Untuk menyiasatinya sekarang hampir semua toko-toko mencantumkan kuitansi penukaran. Jadi apabila kita menerima kado yang sudah kita punya di rumah, kita bisa menukarnya dengan barang yang kita benar-benar butuhkan.

Barang-barang yang sudah terkumpul biasanya kita serahkan ke gatebarna / anak-anak jalanan yang dibahas asuhan lembaga sosial atau ke lembaga-lembaga sosial lainnya.

Lille juleaften / satu hari sebelum malam natal

Banyak yang sudah mengambil cuti lebih awal misal tiga hari sebelum natal. Sebagian besar penduduk yang tinggal di Oslo berasal dari luar kota Oslo. Jadi mereka akan pulang kampung untuk berkumpul bersama keluarga. Seperti suami gw misalnya. Lahir dan besar di kota kecil di luar Oslo, kira-kira 1,5 jam mengendarai mobil. Saat dia selesai sekolah, dia memutuskan untuk pindah ke Oslo untuk mencari pekerjaan dan berganti suasana kehidupan. Hal ini sudah hampir menjadi fenomena kehidupan urban di mana-mana. Saat hari raya atau libur panjang banyak orang meninggalkan ibukota untuk sekedar bersantai, berkumpul bersama keluarga dan teman dekat. Saat menjelang natal, banyak yang membuat kue-kue khas natal (pepperkaker misalnya). Hal ini merupakan kegiatan yang sangat ditunggu-tunggu untuk mereka yang sudah berkeluarga dan persiapan akhir sebelum acara makan malam natal menjadi kesibukan yang sudah menjadi tradisi. Bagi mereka yang akan kedatangan tamu,akan lebih sibuk lagi. Dari mulai membersihkan rumah, berbelanja makanan untuk menu utama. Untuk yang satu ini kita harus benar-benar mempersiapkan matang karena tidak jarang supermarket akan kehabisan bahan-bahan utama beberapa hari menjelang malam natal. Untuk lebih aman nya, dianjurkan membeli bahan-bahan utama tersebut lebih awal.

img_3704

Menata meja makan dengan dekorasi khusus dan satu set perlengkapan makan spesial menjadi sesuatu yang sangat menarik. Untuk para  ibu-ibu biasanya mereka lebih pemilih. Mereka akan menghidangkan makanan dengan piring-piring spesial, yang hanya digunakan saat acara makan malam natal. Bisa juga peralatan makan tersebut hanya dikeluarkan satu tahun sekali. Tak jarang banyak para orangtua memberikan warisan turun temurun kepada anak-anak nya ataupun menantu berupa peralatan makan. Biasanya peralatan makan tersebut sangat bernilai tinggi dan terbuat dari porselen berkualitas tinggi. Bapak-bapaknya pun akan ikut sibuk membantu menyiapkan minuman yang akan disajikan. Tahun ini bapak mertua yang membuat dekorasi meja makan dan menata piring dan gelas yang akan dipakai. Dia pun yang mempersiapkan lampu/lilin yang akan dinyalakan di teras depan rumah, menebang pohon natal di hutan, menghias pohon natal dan menata kado-kado yang akan di bagikan setelah hidangan makan malam. Ibu mertua seperti biasa yang memilih menu, menyiapkan hidangan utama dan makanan penutup.

Ps. Di hari ini juga banyak yang berkunjung ke pemakaman untuk sekedar memberi salam dan mengirim bunga kepada keluarga yang sudah meninggal.

Malam natal / juleaften

Bau harum kalkun sudah tercium dari dapur ibu mertua. Jam 17:00 hidangan makan malam akan dimulai. Untuk menu makan malam natal tergantung keinginan masing-masing dan tradisi di mana mereka bearasal. Ikan chod / lutefisk, daging domba dengan sosis, daging babi (ribba med svor dalam bahasa Norwegia) menjadi salah satu menu utama hidangan makan malam. Untuk hidangan pelengkap biasanya disajikan kentang rebus, kol merah yang sudah dibumbui, kol putih yang sudah dibumbui asam, selai lingonberry, sosis natal (bentuknya kecil-kecil ataupun vossakorv kalau dalam bahasa Norwegia), saus menjadi kunci utama hidangan terasa lebih nikmat.

Semua sudah berkumpul, duduk rapi di tempat masing-masing. Biasanya untuk dresscode, para laki-laki menggunakan jas resmi dan untuk para wanita menggunakan gaun malam. Tahun ini para laki-laki di keluarga kami menggunakan batik. Mereka sangat bangga menggunakan batik yang bagi mereka sangat unik dan tidak semua orang memilikinya.😊

Kami puas dengan hidangan yang disajikan dan tidak lupa mengucapkan terimaksih atas makanan yang sudah disajikan. Saatnya kami berpindah tempat duduk dari ruang makan ke sofa panjang untuk menikmati hidangan kue kecil dan tradisi minum kopi hitam disertai senda gurau dan saling bertukar cerita. Acara membagikan dan membuka bingkisan natal menjadi ajang paling menarik. Semua puas dengan bingkisan yang sudah diterima. Satu bulan sebelum hari natal, kami sudah mulai menulis daftar barang-barang yang kita inginkan untuk menjadi kado natal dan saling bertukar dengan keluarga. Tidak semua keinginan kita terkabul. Bisa juga sesuatu yang kita tidak dapatkan di hari natal, akan kita dapatkan di hari ulang tahun kita. Tak terasa waktu sudah menunjukkan lewat tengah malam. Saatnya kami beristirahat.

Di malam natal ini banyak lembaga sosial yang memberi kesempatan kepada orang-orang yang merasa kesepian dan tidak ada keluarga untuk berbagi suka cita kebahagiaan di malam hari natal. Di sana mereka akan berkumpul dengan orang-orang lain yang bernasib sama untuk menikmati hidangan yang tidak kalah lezatnya. Alangkah indahnya apabila orang-orang bisa saling berbagi.

God jul!

This entry was posted on December 25, 2016. 4 Comments

Blåbærsesongen er i gang!

image

Bra fangs med blåbær

 

Det var søndag ettermiddag og vi gikk en liten  tur til skogen. Ikke tenk på skogen som vi har i Kalimantan (regnskog)! Det finnes ikke løver og heller ikke krokodiller her. Men du kan treffe på hoggorm hvis du er uheldig bare, men det er ikke så farlig selv om du må gå til legevakten så fort som mulig. Bikkja til svigerforeldrene mine ble bitt av hoggorm før og han måtte gå til dyrlegen. Det gikk bra!

Som jeg husker denne sommeren blir det andre gang har jeg vært ute for å plukke blåbær i skogen. Første året jeg bodde i Norge var vi på biltur og var ute i skogen veldig mye. Jeg plukket blåbær sammen med ei venninne fra norskkurset i skogen. Andre året plukket jeg ikke fordi jeg var litt opptatt med jobben min. Måtte jobbe senvakter og var litt sliten på dagen. Dessuten var det første jobben min her, så på en måte elsket jeg så mye for å komme på jobb. Vi hadde en flott fjelltur i fjor. Både gikk tur til Gaustatoppen og Galdhøpiggen.

Vi plukket ganske mye blåbær i år. Faktisk fikk vi cirka 5 liter. Det var moro å plukke blåbær fordi for det første fikk vi mosjon selv om vi fikk ganske vondt i ryggen og for det andre trenger vi ikke kjøpe blåbær på butikken. Det holder ganske lenge kanskje til neste vinter. Dessuten hilste vi  på andre folk som gikk tur i skogen også. Det var koselig synes jeg!

Nå skal vi spise blåbærterte på balkongen. Det er nydelig vær og vi koser oss med kaffe på bordet. Skravlevinen blir det neste runde og selvfølgelig med chips. Vi elsker potetgull! 😍😍😍😍

image

Jeg er fornøyd!

 

 

 

Bella Italia!

 

image

Awal bulan februari tahun 2016 cuti musim panas sudah mulai bisa dikirimkan ke bagian HRD. Kita sudah dikasih pengumuman untuk mengajukan cuti liburan musim panas sedini mungkin. Hal ini dikarenakan sebagian besar karyawan tetap akan mulai mengambil cuti liburan musim panas di awal juli sampai dengan awal agustus.

Awal bulan april kita sudah menerima lampu hijau untuk bisa segera membeli tiket. Jadilah kita bersantai ria sambil menikmati panas matahari pooollll.

Pemimpin perjalanan kali ini tetap sama, yaitu saya sendiri. Bukannya suami tidak pinter untuk merencanakan perjalanan, tetapi dia menyerahkan tugas tersebut kepada sang istri dan sang istri kebetulan hobi merancang perjalanan. Hahahahah. 

Hari rabu pagi dini hari kami sudah menuju Gardermoen untuk naik pesawat paling pagi menuju Napoli. Saat itu kami harus transit di Copenhagen dan kemudian dilanjutkan perjalanan menuju Napoli kurang lebih 2,5 jam. Dari Napoli, kami naik bus menuju Sorrento. Nama bus nya Curreri Viaggi. Bus tersebut gampang sekali untuk dikenali. Selalu berhenti menunggu penumpang tepat di depan terminal keberangkatan. Untuk jadwal keberangkatan bus, bisa di cek di website. Harga tiket bus Curreri Viaggi adalah 10 euro per orang. Bus berhenti beberapa kali di tempat yang sudah tertulis di jadwal keberangkatan. Untuk waktu keberangkatan bisa dibilang tepat. Kurang lebih 1,5 jam kita sudah sampai di terminal bus Sorrento. Jarak hotel dari terminal bus kurang lebih 12 menit menurut Google maps, tetapi karena kita sama sekali tidak tahu menahu tentang jalanan di sana, jadi alhasil muter-muter gak nemu. Panas, lapar dicampur kurang tidur membuat saya kesal sama suami yang gak nemu jalan yang benar. Setelah berhenti sesaat, melihat-lihat bangunan sekitar eh ternyata kita sudah berdiri di samping hotel yang kita cari-cari. Sekarang saya sudah tidak sewot lagi, tetapi gak sabaran pingin cepat-cepat rebahan.

image

Maison Kalea sebenarnya adalah bed & breakfast hotel. Hotelnya terbilang baru karena baru dibuka awal september tahun kemarin. Untuk harga per malam sekitar 150 euro belum termasuk pajak lokal pemerintahan Napoli (kurang lebih 10 euro). Dekorasi hotel sangatlah menarik dengan paduan warna warni khas mediterania. Lantai kamar hotelnya pun bervariasi dari mulai warna kuning, merah dan biru. Kamarnya sangat bersih dan kebetulan kami mendapatkan kamar dengan balkon yang cukup besar lengkap dengan jemuran kecil dan sepasang kursi serta meja kecil. Yang lebih seru lagi, kamar kami mempunyai lantai yang berwarna kuning. Kebetulan saat ini saya lagi jatuh cinta sama warna kuning.

image

Setelah beristirahat sejenak, kami berniat untuk mencari tempat makan. Berbekal insting, ketemu lah kita dengan sebuah restoran yang tidak berisik dan tidak jauh dari jantung kota. kebetulan di depan pintu restorannya terpampang logo Tripadvisor. Untuk harga makanan standar misalnya pizza sekitar 10 euro dan untuk menu pasta bervariasi dari mulai 14 euro s/d 18 euro. Air mineral tidak berkarbonasi dibanderol 3 euro untuk 750ml. Suasana restoran sangatlah nyaman dikelilingi pohon lemon yang buahnya bergelantungan.

image

Hari kedua di Sorrento, kami mengikuti tur yang sudah dipesan sebelumnya melalui Viatour. Amalfi coast day trip from Sorrento (kurang lebih 9 jam). Tur tersebut sangat kami rekomendasikan bagi mereka yang baru pertama kali mengunjungi Kepulauan Capri. Disamping harganya sangat terjangkau 36 euro per orang dewasa. Tur tersebut juga sangat menghemat waktu dan bisa mengunjungi beberapa kota yang lumayan sulit dijangkau dengan bus umum. Perjalanan darat di Sorrento sangatlah sempit dan berkelok-kelok. Kami sangat kagum dengan supir bus yang sangat lihai dan pandai membaca situasi jalanan. Selain itu terdapat pendamping tur (tour guide) yang fasih berbahasa inggris. Sebagai catatan: di Italia sangatlah jarang menemukan orang yang bisa berkomunikasi bahasa inggris dengan lancar dan jelas. Tour guide menjelaskan sejarah tentang tempat-tempat yang kita lalui dan tentang mitos-mitos tentunya supaya perjalanan tidak menjemukan.

Tur dimulai pukul 07:55. Semua peserta berkumpul di tempat yang sudah ditentukan. Hari itu bus penuh dengan wisatawan yang sangat antusias melihat daerah Sorrento, pesisir Amalfi dan Positano. Serta beberapa kota-kota kecil lainnya termasuk Ravello dan Scala. Tur dimulai dengan menyusuri pesisir Amalfi. Pesisir Amalfi masuk dalam salah satu dari 7 situs warisan dunia di Selatan Italia. Konon kabarnya Greta Garbo, Humphrey Bogart, dan Jackie Kennedy pernah mampir berlibur di wilayah sekitar pesisir Amalfi. Setelah foto-foto, perjalanan dilanjutkan menuju sebuah workshop yang membuat keramik dengan motif khas kepulauan Capri. Warna-warna tropis sangat mendominasi di setiap barang yang diperjualbelikan. Sayang sekali rata-rata barang-barang tersebut masuk dalam kategori barang pecah belah, jadi mikir dua kali untuk membelinya. Meskipun tersedia layanan antar langsung ke negara di mana kita tinggal. Tentunya dengan ekstra biaya yang tidaklah sedikit.

Tur yang sangat ditungu-tunggu adalah berhenti sejenak untuk sekedar menikmati kota Amalfi. Dimana kita akan diberi waktu bebas selama tiga jam. Kita bisa mengambil ekstra tur dengan motorboat untuk melihat Conca dei Marini, Maiori dan Minori yang tentunya dengan biaya ekstra. Kami memutuskan untuk melihat daerah sekitar Amalfi saja. Di Amalfi kita bisa mengunjungi katedral katolik romawi yang dibangun pada abad 9 yang terletak di jantung Piazza del Duomo. Tidak hanya itu saja, kita bisa mengunjungi toko-toko kecil yang menjual aneka macam makanan khas pesisir Amalfi, tidak lupa juga minuman segar yang terbuat dari lemon. Panas terik matahari membawa kita untuk berhenti sejenak mencicipi gelato atau es krim khas Italia yang sangat lezat. Jangan membeli es krim tepat di depan Piazza, disamping mahal apabila kita duduk di gerai es krim tersebut harga akan sedikit berbeda. Saya pernah membaca sebelumnya, di Italia apabila kita makan di sebuah restoran beberapa restoran memberlakukan biaya ekstra jika kita menyantap makanan di tempat (bukan take away) sekitar 2 euro.

image

Waktu tiga jam lumayan juga untuk sekedar duduk manis sambil berjemur di tepi pantai. Tiba saatnya kita berkumpul kembali untuk melanjutkan perjalanan berikutnya menuju Positano dan Ravello. Di Positano kita tidak turun untuk sekedar melihat-lihat karena terbatasnya area parkir kendaraan besar. Untuk bisa mengunjungi Positano, kita bisa naik motorboat dari Sorrento. Tetapi kita masih bisa melihat Positano dari jarak jauh saat kita berhenti sejenak di sebuah toko roti yang menjual pastry khas Capri. Dimana kita bisa membeli sandwich atau minuman ringan. Untuk makan siang tidak termasuk dalam harga tur yang sudah dibayar.

Perjalanan dilanjutkan menuju Ravello. Ravello sendiri terkenal dengan kota musik. Setiap minggunya pasti ada saja konser musik baik musik jazz maupun musik klasik. Apabila saatnya Festival Ravello, bahkan setiap harinya ada beberapa jadwal konser musik dari seniman papan atas. Waktu kita berkunjung ke Ravello, kebetulan belum dimulai festival musim panas Ravello jadi tidak ada kegiatan yang menarik pada saat itu. Segelas lemon juice setidaknya mengobati rasa dahaga setelah kita mengunjungi The Duomo (katedral).

image

Scala menjadi kota terakhir tujuan kita hari itu. Kebetulan saatnya tea-time saat kita tiba di Scala. Rombongan tur bergegas menikmati segelas kopi panas dan sepotong kue lemon. Bahkan kita diberikan pilihan bagi yang ingin mencicipi red wine buatan perkebunan anggur lokal.

Waktu menunjukkan pukul lima sore dan saatnya kita pulang ke Sorrento. Hampir semua peserta tur tertidur saat perjalanan pulang menuju hotel masing-masing.

Untuk tour tersebut saya berikan rating 9 dari 10. Kami merasa puas baik dengan jadwal tour, harga tur yang ditawarkan, supir dan tourguide nya yang humoris.

Hari ketiga, kita akan berjemur lagi. Tetapi kali ini kita akan pergi berlayar dengan motorboat bermuatan 10 orang dewasa dengan satu kapten yang akan menelusuri Laurito, Fornillo, Crapolla, Recommone, dan Arienzo. Asiknya lagi kita akan berhenti di Positano kurang lebih selama 3 jam.

Tur dimulai pukul 9 pagi dimana kita dijemput di hotel dan berkumpul di dermaga sebelum perjalanan di mulai. Semua peserta mendapatkan gelang tangan dilengkapi dengan nomor telefon tour guide selain sebagai identifikasi, sangat diperlukan juga apabila kita tersesat dan tidak menemukan rombongan satu tim.

Setelah berlayar kurang lebih 25 menit, kita di bawa ke sebuah air terjun mini dimana kita diberi kesempatan untuk loncat dari boat dan menikmati segarnya air laut mediterania selama 15 menit, tetapi tour guide/sang kapten menjanjikan bahwa kita akan di beri kesempatan beberapa kali untuk terjun dan berenang di beberapa tempat yang sudah tercantum di jadwal tur. Let’s we see….

Perjalanan dengan bout menurut saya lebih berkesan apabila dibandingkan dengan perjalanan dengan bus atau mobil. Disamping kita bisa leluasa melihat pemandangan laut, kita juga bisa menikmati udara segar alami. Terkadang juga saling melempar senyum dan melambaikan tangan dengan peserta tour dari bout lain apabila kita saling berpapasan.

Setelah berhenti beberapa spot berenang, ahirnya tibalah kita di dermaga Amalfi. Ini kedua kalinya kita mengunjungi Amalfi. Kemarin kita sudah melihat-lihat kota Amalfi. Kali ini kita memaanfaatkan dengan hanya berjemur menikmati panas teriknya pesisir Amalfi selama kurang lebih 2,5 jam. Rombongan kembali berkumpul untuk melanjutkan perjalanan ke Positano. Saat kita memasuki boat, sudah tersedia seporsi sandwich dengan isi mozarella, potongan ayam tipis dan tomat segar.

image

Positano sudah ada di depan mata, dan kami beserta rombongan bergegas turun dari boat untuk segera menikmati keindahan Positano. Kami diberikan waktu kurang lebih 3 jam untuk sekedar melihat-lihat pusat kota. Kami menelusuri jalan-jalan sempit yang berkelok-kelok sembari melihat-lihat hasil kerajinan tangan lokal dengan berbagai macam motif yang sangat menarik. Tidak lupa juga kita mengunjungi Enoteca atau tempat yang menjual wine produksi lokal. Untuk harga bervariasi dari 6 euro sampai dengan 300 euro. Banyak kedai-kedai kafe kecil yang menawarkan gelato sampai sepotong kue lemon. Ada juga beberapa toko kecil yang menjual aneka macam pasta segar ataupun yang bisa dibawa pulang atau pasta kering. Pilihan saya jatuh pada satu toko yang menjual aromaterapi atau lilin yang berbau lemon yang sangat segar. Hmmmmmm….ini toko favorit saya! Rasanya enggan beranjak dari toko tersebut.

Masih ada waktu kurang lebih 1 jam untuk sekedar duduk santai menikmati panas matahari ditemani gelato yang harus segera disantap supaya tidak keburu meleleh.

image

Tiba saatnya kita berlayar menuju Sorrento. Ahhhh rasanya enak juga duduk santai di boat sambil menikmati angin sepoi-sepoi. Hp saya berdering karena ada sms masuk yang ternyata dari mertua. Sms pendek tersebut hanya sekedar mengabarkan tentang kabar cuaca di Oslo. Hujan rintik-rintik sepanjang hari, kata mertua. Beruntunglah kalian yang sedang menikmati panas matahari yang melimpah. Fortsatt god sommer!

Besok pagi kita akan melanjutkan perjalanan ke Roma.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mengunjungi London (Storbritannia)

 

image

Big Ben di pagi hari

Kita memutuskan untuk mengunjungi London atau Storbritannia kalau dalam bahasa norwegia. Waktu itu bertepatan dengan waktu menjelang natal, jadi sekalian window shopping atau sekedar membeli pernak pernik kecil untuk sanak famili, walaupun di sini sangat tidak umum atau tidak biasa untuk membeli oleh-oleh untuk keluarga atau teman-teman kerja saat setelah berlibur. Yang mereka tunggu-tunggu adalah cerita pengalaman saat kita berlibur. Itu yang lebih berharga dari sekedar menanyakan oleh-oleh.

imageBagi gw yang masih warga negara RI, harus membuat visa untuk supaya bisa berlibur ke UK karena UK tidak masuk dalam schengen. Proses pembuatan visa tidaklah rumit. Menurut orang-orang kalau kita punya kerjaan tetap di sini, visa ke UK bisa cepat didapat. Namun biaya visa sangat tidak murah. Waktu itu gw harus merogoh kocek sekitar 2100 nok (pengajuan visa di bulan oktober 2015). Cukup datang ke konsulat UK di Oslo. Sebelumnya sudah mendaftar online di website dan mengisi formulir yang gw bilang ribet banget. Proses mendapatkan visa hampir sama dengan saat kita mengajukan visa ke negara lain. Daftar dulu, nanti kemudian dapat jadwal interview atau penyerahan dokumen-dokumen yang diperlukan, dan terakhir sidik jari dan foto. Gak kurang dari 10 hari kerja, visa sudah bisa diantar langsung oleh DHL ke alamat rumah kita atau bisa diambil di Narvesen terdekat dengan menunjukan data diri kita.

Untuk urusan tempat menginap di London, kita memutuskan untuk menginap di hotel yang tidak jauh dari Underground / stasiun subway kalau gak salah di sekitar Westminster Borough (kurang lebih 15 menit naik Underground ke Marble Arch. Ternyata bicara tentang rate hotel (bintang 1, 2 , 3 dst) di London, menurut kami sangatlah tidak sesuai dengan rate atau bintang yang ada di situs pencari hotel. Hotel bintang 4 di London jangan harap memimpikan sarapan ala bintang 4 sebenarnya. Kita sedikit kecewa karena ternyata fasilitas yang kita dapatkan tidak sesuai dengan harga yang sudah kita bayar. Sempat protes karena kasur yang keras, dan untungnya dengan cepat diganti kasur yang lebih empuk.

Empat hari di London sangatlah singkat dan padat jadwal. Seperti biasa, gw yang menyusun rencana mau kemana nanti kita di London. Suami ikutan andil juga siy tapi dia lebih tertarik ke tempat-tempat bersejarah tentunya. Kalau gw ayooo aja, mau ke museum juga tarikkkk mang, mau ke Oxford street mauuuuuu bangeeetttt, karena di sana pusatnya window shopping.

Hari pertama sampai di Heathrow kita langsung naik heathrow ekspres. Tiket PP sudah dibeli online jadi kita gak ribet antri beli tiket. Stasiun terdekat yaitu Paddington. Tinggal jalan kaki sampailah kita di hotel. Waktu itu sempet kegirangan nemu KFC dan kita langsung makan siang di situ. Sayang banget tempatnya rada kumuh kalau menurut pendapat kita KFC di Indonesia kayanya lebih bersih, ayamnya lebih enak dan kriuk-kriuk. Setelah istirahat sejenak di hotel dan kemudian kita langsung menuju Imperial War museum (IWM) dengan menggunakan U (underground/subway). Tiket masuk gratis dan di sana kita bisa melihat koleksi peninggalan jaman perang dunia pertama. Dari mulai mobil tank sampai galeri foto. Saat itu ada pameran foto dengan tema “Lee Miller”.

Tips: sebaiknya membeli visitor oyster card sebelum berangkat. Waktu itu kita membeli tiket 30 GBP untuk 3 hari. Sangat ekonomis dan hemat waktu mengantri. Tinggal tempel di mesin saat kita mau naik subway dan saat kita keluar dari stasiun.

Malamnya kita jalan-jalan menyusuri Oxford street dan tentunya melihat Big Ben di malam hari. Sayangnya waktu itu hujan lumayan deras jadi kita memutuskan pulang setelah makan malam di steak house di sekitar Oxford street. Mau sedikit kasih review tentang restaurant dan makanannya. Tempatnya ramai banget dan hampir semua kursi penuh, sedikit hingar bingar dan pengunjung yang mondar-mandir. Kalau mau di bandingkan, kayanya lebih berasa makan steak di Big Horn di Aker Brygge Oslo. Dari mulai harga dan kualitas serta lokasi. Tapi namanya liburan kan mencoba suasana baru dan tentunya mencari pengalaman baru. Jadi enjoy aja….

imageHari kedua kita jalan-jalan ke Big Ben dan Westminster Abbey. Selanjutnya kita naik Coca-cola London eye. Dari atas kereta gantung dengan ketinggian 130 meter yang bisa di isi kurang lebih 15 orang dewasa (waktu itu cuma di isi 6 orang dewasa) kita bisa melihat pemandangan sekitar Big Ben, Westminster Abbey selama 30 menit. Dari sana langsung kita menuju Buckingham Palace untuk sekedar melihat-lihat dan tidak jauh dari Buckingham palace terdapat sebuah taman yang biasanya Lady Diana menghabiskan waktu di pagi hari untuk jalan-jalan sekedar menyusuri taman.

imageKemudian kita ke London’s National Gallery yang berlokasi di Trafalgar Square. Di sana kita bisa melihat koleksi-koleksi karya Van Gogh, Leonardo da Vinci dan Rembrandt . Waktu itu pohon natal di Trafalgar square belum di pasang. Konon pohon natal tersebut berasal dari Norway yang langsung dikirim ke London. Dari stasiun terdekat Trafalgar Square kita naik bus susun yang menjadi icon London, dan memilih tempat duduk di atap supaya bisa melihat lebih jelas suasana kota London.

image

Hari ketiga kita ke Madame Tussaud London. Kita menyempatkan diri melihat patung-patung tokoh ternama yang terbuat dari lilin. Suami sempat berselfie ria dengan Kim Kadarshian dan gw berpose mesra bersama George Clooney. Setelah kurang lebih 1 jam kita di sana, perjalanan dilanjutkan ke Emirates Stadium. Sebenarnya gw dan suami bukan pecinta sepak bola, tapi dulu gw sempat nge fans sama Arsenal dan dulu gak pernah bermimpi sama sekali bisa menginjakkan kaki langsung di stadion tempat para juara Arsenal bertanding. Waktu itu kita membeli tiket “Arsenal stadium tour & museum” dengan self-guided audio tour. Cukup menarik dan berkesan sambil membayangkan saat para juara beraksi di rumput hijau.

imageimage

Dari Arsenal stadion kita kembali lagi ke pusat kota dan kita sudah mulai merasakan lapar. Waktu menunjukkan jam 17.30 dan saatnya jadwal makan malam. Kita memutuskan untuk duduk sejenak di kedai makan di Borough Market yang berlokasi tidak jauh dari The Shard. Borough market berlokasi di bawah jembatan, yang jauh dari kesan kumuh atau tidak terawat. Di sana kita bisa menemukan makanan dari berbagai negara. Beberapa kedai makanan menjual makanan organik dan produk-produk lokal tentunya. Kita memesan fish and chips yang menjadi makanan khas a la British. Setelah kenyang, kita melanjutkan perjalanan mengunjungi The Shard (London’s highest viewing platform dan gedung tertinggi di Eropa Barat) yang sangat menakjubkan. Dari lantai dasar kita di bawa oleh seorang tour guide menuju lift yang berkecepatan kurang lebih 6 mtr per detik. Tibalah kita di lantai 69 dimana lantai tertinggi adalah lantai 72. Dari lantai 69 kita bisa menaiki tangga manual menuju lantai 72. Dari puncak The Shard kita bisa melihat pemandangan Kapal Belfast, London eye dan Tower bridge. Bagi yang berminat bisa memesan segelas champagne sambil menikmati suasana saat matahari mulai terbenam yang tentunya akan mebawa kesan romantis. 🙂

Waktu itu kita kurang beruntung karena tidak sempat mengunjungi Kapal HMS Belfast dimana suami sudah memimpikan sejak kita berencana untuk mengunjuni London. Untuk mengobati rasa kecewa, kita hanya bisa melihat dari luarnya saja. Sebagai gantinya kita jalan-jalan menyusuri Tower Bridge di malam hari. Waktu itu ada peluncuran apartemen yang terletak di sebelah Tower Bridge dan sales nya berpakaian a la wanita kerajaan Inggris dan berjalan-jalan disekitar Tower Bridge. Lumayan menarik untuk dilihat sebelum kita memutuskan kembali ke hotel.

image

Hari terakhir kita isi dengan window shopping mulai dari Marble Arch sampai ke Oxford Street. Jam 13 saatnya kita bergegas menuju Heathrow untuk kembali pulang ke Oslo. Empat hari di London lumayan menyegarkan kembali otak dan jasmani untuk kembali menghadapi musim dingin sampai di bulan maret.

image

Suasana di Oxford Street

image

Borough Market (The Shard ada di background belakangnya)

 

 

 

Cheese cake / Ostekake

Ostekake dari www.godt.no

Ostekake dari http://www.godt.no

Baru kali ini gw membahas tentang hasil karya dapur gw. Gini-gini gw gak kalah loh sm Ibu Siska atau chef-chef tenar yg lain.😂😂😂

Maksud hati ingin membuat Cheese cake seperti yang ada di website. Udah ngikutin bahan-bahan yg diperlukan apa aja smp gram-gram an nya gak meleset. Tapi apa dikata, tangan gw ga sama kaya chef kawakan jadi hasilnya amburadul. Hahaha..Jangan kecewa dulu ahhh…rasa kue nya rrruuaaaaarr biasa enakkkk!!! Gak percaya? Sini cobain. Hehehe. Dari kegagalan ini, gw belajar supaya lain kali hasilnya lebih maknyos.

Seperti pertama kali membuat kue wortel / gulrotkake, hasilnya keras. Tapi sekarang sdh mahir, sambil merem deh bikin nya uda jadi. 2 mgg yg lalu sampe diminta teman suami utk bikin kue di acara “coffeetime” pernikahan dia. Hmmmmm…dari hobby sapa taw jd bisnis kan???? Who knows.😜

Gulrotkake / kue wortel

Gulrotkake / kue wortel

image

Kanelsnurrer – enkelt og godt

image

Ostekake yang amburadul tapi rasanya rrruaaarrrrrr biasa.

This entry was posted on August 20, 2015. 3 Comments

Bergen

Perjalanan sangat singkat ke Bergen adalah salah satu perjalanan liburan musim panas kita di Norwegia. Secara gw belum pernah ke Bergen, maka tahun ini wajiblah mengunjungi Bergen.

Bergen adalah kota terbesar kedua di Norwegia. Perjalanan kami dimulai dari Oppland menuju Bergen menempuh sekitar 6,5 jam. Sangat menarik karena kita akan melewati terowongan terpanjang di dunia yang bisa dilalui kendaraan bermotor. Terowongan tersebut bernama Lærdalstunnelen sepanjang 24,5 km yang menghubungkan Aurland dan Lærdal. Di dalam terowongan terdapat tempat peristirahatan dan dihiasi dengan lampu yang berwarna-warni. Tujuannya mungkin supaya kita tidak merasa bosan apabila melalui terowongan terpanjang di dunia tersebut.

Sisi kota Bergen

Lupa nama tempatnya, dari hotel jalan kaki terus nyasar maksud hati mau ke sentrum.

Bryggen i Bergen

Bryggen di Bergen masuk dalam kategori UNESCO World Heritage – UNESCOs liste over verdens kulturarv.

image image

Rasanya di Bergen belum cukup puas, tetapi apa daya waktu liburan kami yang sangat mefet jadi kita memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Flåm.

This entry was posted on August 19, 2015. 4 Comments